Analisis keuangan peternakan sapi perah 'Mammalia' di Ciawi Kabupaten Bogor
View/ Open
Date
1989Author
Kartika, Wisnu
Moesa, Zulfikar
Atmakusuma, Juniar
Metadata
Show full item recordAbstract
Komoditi susu sebagai salah satu sumber bahan makanan berkualitas tinggi, berperan cukup besar dalam melengkapi kebutuhan akan bahan pangan. Produksi susu dalam negeri saat ini masih bersumber dari peternakan sapi perah. Kebutuhan protein hewani telah ditempuh pemerintah melalui pengembangan peternakan sapi perah yang meliputi pembinaan peternakan rakyat maupun perusahaan.
Penelitian ini dilaksanakan pada peternakan sapi perah "Mammalia" di Ciawi, Kabupaten Bogor, yang dimulai dari tanggal 19 Juni sampai 19 Juli 1989, dengan menggunakan data primer mencakup keadaan-keadaan saat penelitian, sebagai hasil wawancara dengan pemilik maupun pengelola dan data sekunder berupa laporan keuangan selama tiga tahun terakhir (1986, 1987, dan 1988).
Tujuan penelitian untuk melihat arus keuangan dan perkembangan peternakan sapi perah melalui aspek-aspek keuangan dengan menggunakan analisis rasio dan analisis titik impas.
Peternakan sapi perah "Mammalia" ini didirikan pada tahun 1981. Ternak sapi perah yang dipelihara adalah bangsa sapi Fries Holland, sebanyak 24 sapi perah yang sedang berproduksi dan diperoleh melalui kredit dari Koperasi Produksi Susu (KPS) Bogor. Produk utama adalah susu yang dipasarkan di tiga tempat, yaitu Tapos, Ciawi dan Bogor.
Hasil laporan keuangan yang diperoleh menunjukkan saldo keuntungan yakni pada tahun 1986 sebesar Rp 7 123 975.50; tahun 1987 sebesar Rp 6 269 169.25 dan Rp 14 606 811.50 untuk tahun 1988.
Hasil analisis rasio keuangan peternakan "Mammalia" adalah bersifat likuid dan solvabel dengan nilai margin laba dan ROI yang semakin meningkat. Selama tahun pengamatan,
peternakan ini dalam menjalankan usahanya sudah jauh melampaui titik impas. Secara operasionil peternakan ini telah mampu menutup biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menunjang kegiatan
usaha. Untuk mencapai keberhasilan usaha secara optimum maka sistem manajemen produksi, operasional dan keuangan perlu diperbaiki kembali, guna menjaga kesinambungan kegiatan usaha
di bidang peternakan sapi perah.
Collections
- UT - Agribusiness [4774]
