Show simple item record

dc.contributor.advisorMulatsih, Sri
dc.contributor.advisorRidwan, Wonny Ahmad
dc.contributor.authorPatriani, Resti
dc.date.accessioned2024-03-25T06:52:30Z
dc.date.available2024-03-25T06:52:30Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143300
dc.description.abstractSusu merupakan salah satu sumber protein hewani yang saat ini sedang banyak dikonsumsi oleh konsumen berbagai kalangan dalam berbagai produk. Sementara itu, produksi dalam negeri belum bisa memenuhi permintaan sehingga sebagian besar dipenuhi dengan impor. Hal ini tentunya merupakan peluang untuk meningkatkan populasi sapi perah dengan melakukan pengembangan. Namun, seringkali dalam perencanaan pengembangannya sektor peternakan berbenturan dalam kepentingan tata guna lahan dengan sektor lain. Agar integrasi antara sektor peternakan dengan sektor lainnya tidak menimbulkan permasalahan maka perlu dilakukan perencanaan yang baik agar ternak yang ada di satu wilayah dalam kondisi optimal. Hal ini memerlukan pengkajian agar pengembangan usaha peternakan sapi perah yang ada sudah tepat keberadaannya dilihat dari potensi sumber daya lokal. Adanya karakteristik sumber daya alam, sumber daya manusia dan keadaan sosial ekonomi yang berbeda-beda di lokasi daerah potensial dan tersebar maka perlu dilakukan analisis potensi terhadap suatu wilayah untuk pengembangan usahaternak secara spesifik. Selain itu, sapi perah mempunyai karakteristik tersendiri yang berkaitan dengan kecocokan iklim untuk dapat berproduksi dengan optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2005 di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor yang berada di dalam wilayah kerja KUD Giri Tani. Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan informasi untuk perencanaan dan pengembangan peternakan, khususnya sapi perah. Metode penelitian ini adalah survei. Data sekunder merupakan data utama yang digunakan untuk dianalisis. Analisis data yang digunakan adalah analisis potensi wilayah penyebaran dan pengembangan peternakan (APWPPP) menurut Direktorat Jenderal Peternakan (1995), yaitu Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan (nilai maksimal 30), Sumber Daya Alam (nilai maksimal 40) dan Perkembangan Kecamatan dan Teknologi (nilai maksimal 30). Hasil analisis ini disajikan secara deskriptif.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgribusinessid
dc.titleIdentifikasi potensi kecamatan Cisarua sebagai wilayah pengembangan sapi perah menggunakan metode APWPPPid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordsapi perahid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record