Preferensi makan rayap tanah Coptotermes curvignathus Holmgren (Isoptera : Rhinotermitidae) pada dedak dan sekam padi serta pengaruhnya terhadap kandungan protein tubuh rayap
View/ Open
Date
2001Author
Irani, Rani Silvia
Jachja, Jajat
Nandika, Dodi
Metadata
Show full item recordAbstract
Disamping kerugian ekonomis yang ditimbulkannya cukup besar, rayap juga bermanfaat dalam mendaur ulang nutrien (Schaefer dan Whitford, 1981). Kerugian tersebut disebabkan rayap mampu mendegradasi selulosa yang terdapat dalam kayu termasuk kayu konstruksi dan perabot rumah tangga. Sementara itu, dalam bidang peternakan limbah penggilingan padi khususnya sekam padi, belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan ternak karena kandungan serat kasarnya sangat tinggi.
Suatu penelitian telah dilakukan untuk mempelajari preferensi makan rayap
tanah Coptotermes curvignathus terhadap limbah penggilingan padi yaitu dedak halus,
dedak kasar dan sekam padi yang dibentuk menjadi wafer, serta pengaruhnya terhadap
kandungan protein tubuh rayap tersebut. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama
dan Penyakit Hasil Hutan, Pusat Studi Ilmu Hayat, IPB, Laboratorium Biokimia,
Fisiologi dan Mikrobiologi Nutrisi, serta Laboratorium Nutrisi Ternak Perah, Jurusan
Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, IPB, dari bulan April sampai
Agustus 2000.
Uji preferensi makan rayap C. curvignathus dilakukan dengan metode Modified
Wood Block Test (MWBT) (Sornuwat, 1995). Dalam hal ini wadah uji berupa silinder
plastik berdiameter 4,5 cm dan tinggi 9,5 cm dengan panjang selang 10 cm, diisi 30 g
pasir yang dibasahi aquades sebanyak 6 ml, kedalam masing-masing wadah uji
dimasukan satu jenis pakan uji (wafer dedak halus, dedak kasar dan sekam padi)
berukuran 1 x 2 x 1 cm dengan 400 ekor rayap kasta pekerja dan 40 ekor kasta prajurit,
kemudian wadah uji disimpan dalam ruangan gelap selama 21 hari. Untuk mengetahui
kandungan protein tubuh rayap setelah mengkonsumsi pakan uji dianalisis dengan
menggunakan Metode Lowry.
Pengamatan dilakukan selama satu, dua dan tiga minggu. Hal yang diamati selama penelitian antara lain kehilangan bobot pakan uji (%), populasi rayap hidup (ekor) dan konsumsi pakan per individu (g) serta kandungan protein tubuh rayap (%). Rancangan percobaan yang digunakan RAL-Faktorial 3 x 3, dengan dua ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Sidik Ragam (ANOVA) serta di uji lanjut dengan beda nyata terkecil (BNT).
Hasil penelitian menunjukan bahwa pakan uji yang banyak dipilih adalah wafer dedak halus dan dedak kasar. Kehilangan bobot pakan dipengaruhi oleh jenis pakan uji (p<0,05). Konsumsi pakan per individu tidak dipengaruhi oleh jenis pakan dan lama pengumpanan serta interaksi antara kedua faktor. Daya tahan hidup rayap dipengaruhi oleh jenis pakan uji dan lama pengumpanan (pada uji lanjut), serta interaksi antara keduanya (p<0,05). Kandungan protein tubuh rayap, hampir 98-99% tidak dipengaruhi oleh komposisi nutrisi pakan uji tapi dipengaruhi oleh lama pengumpanan (minggu) p<0.05.
