| dc.description.abstract | Beras adalah bahan makanan pokok bangsa Indonesia sejak ribuan tahun yang lampau. Sistem bercocok tanam padi, teknologi pengolahan padi menjadi beras dan teknologi pengolahan beras menjadi nasi boleh dikatakan merupakan bagian dari kebudayaan bangsa. Sistem bercocok tanam padi dan teknologi pra panen, panen, dan pasca раnen mempunyai sejarah perkembangan yang amat tua dan kaya dengan cara tradisional yang penuh adat istiadat dengan penggunaan alat-alat sederhana sampai cara moderen dengan penggunaan mesin yang digerakkan oleh motor. Meskipun sistem dan teknologi tersebut telah mampu membawa Indonesia ke gerbang cita-cita swasembada beras, namun haruslah diakui bahwa dibidang pasca panen padi, sekarang masih memerlukan impor alat-alat dan mesin-mesin pengolahan padi. Alat-alat pasca panen buatan dalam negeri baru terbatas pada alat perontok, alat pengering sederhana, alat pembersih gabah, alat penggiling dan penyosoh "Engelberg" hasil modifikasi, serta alat pemecah kulit "gilingan monyet" (Hadi K. Purwadaria, et al. 1983).
Tujuan rancangan mesin penggiling padi tipe piringan pipih ini adalah merancang mesin penggiling padi dengan konstruksi kompak dan mudah dalam pengoperasiannya, serta bersifat serbaguna dapat untuk menggiling kedelai dengan cara mengganti piringan penggilingnya.
Prinsip kerja mesin ini adalah:
1. Pengupasan dilakukan dengan menggunakan duabuah piring- an pipih
2. Kedua piringan terpasang sejajar dalam posisi vertikal dan sejajar. Salah satu piringan berputar, sedangkan yang lainnya dalam keadaan diam
3. Mesin bekerja secara kontinyu…dst | id |