| dc.description.abstract | Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka kerjasama dengan proyek penelitian Balai Penelitian Ternak (BPT), bagian ternak itik Ciawi, Bogor. Penelitian ini dilakukan di: 1) Balai Penelitian Ternak, bagian ternak itik Ciawi, Bogor untuk penetasan dengan "Forced Draft Incubator", 2) Jalan A. Yani No. 68 (rumah R. Abdelsamie) untuk pe- netasan dengan "Kerosene Incubator" dan 3) peternak di Desa Jatibaru, Kampung Labansari, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang untuk penetasan dengan entok. Lama penelitian adalah 38 hari yaitu dari tanggal 20 Juli 1985 sampai dengan 26 Agustus 1985.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh metode penetasan pada telur itik Alabio dan Tegal terhadap daya tetas dan mortalitas embrio. Dalam penelitian ini dipergunakan tiga metode penetasan yaitu: 1) penetasan dengan entok, 2) penetasan dengan "Kerosene Incubator" dan 3) penetasan dengan "Forced Draft Incubator". Telur itik yang dipergunakan dalam penelitian adalah Alabio dan Tegal. Telur itik Alabio berasal dari kandang itik BPT, dan telur itik Tegal berasal dari peternak di Desa Jatibaru, Kampung Labansari, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang.
Penelitian ini mempergunakan hanya satu ulangan untuk masing-masing perlakuan disebabkan karena biaya yang kurang. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap daya tetas dan mortalitas embrio, maka hasil penelitian di- analisis dengan menggunakan metode statistika.
Hasil penelitian ini adalah: fertilitas pada telur itik Alabio dan Tegal masing-masing adalah 90.93% dan 95.15%. Penetasan dengan entok memberikan daya tetas tertinggi dan mortalitas terendah. Pada telur itik Alabio, yang menggunakan penetasan dengan entok, "Kerosene Incubator" dan "Forced Draft Incubator" memberikan daya tetas masing-masing sebesar 67.29, 51.38 dan 50.48%, mortalitas embrio masing-masing sebesar 32.71, 48.62 dan 49.52%. Untuk telur itik Tegal, yang menggunakan penetasan dengan entok, "Kerosene Incubator" dan "Forced Draft Incubator" memberikan daya tetas masing-masing sebesar 59.42, 26.79 dan 35.76%, dan mortalitas embrio masing- masing sebesar 40.58, 73.21 dan 64.24%... | id |