Show simple item record

dc.contributor.advisorAssik, Abu Naim
dc.contributor.advisorSetyaningsih, Iriani
dc.contributor.authorSufianti, Fia
dc.date.accessioned2024-03-18T05:51:47Z
dc.date.available2024-03-18T05:51:47Z
dc.date.issued1989
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142120
dc.description.abstractSalah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemasaran udang untuk konsumsi manusia, lokal maupun luar negeri, adalah penanganan udang. Penanganan yang baik terhadap udang sejak diangkat dari air adalah sangat penting mengingat sifat udang yang cepat membusuk pada suhu kamar. Penanganan udang mempunyai tujuan utama mencegah atau memperkecil kerusakan atau kemunduran mutu udang sejak ditangkap sampai saatnya dikonsumsi, baik oleh konsumen maupun pabrik pengolah udang yang menggunakannya sebagai bahan baku. Dengan kata lain penanganan bertujuan mempertahankan kesegaran udang selama mungkin. Penanganan udang yang umum dilakukan di Indonesia adalah dengan munggunakan es atau air laut yang didinginkan dalam wadah berisi udang segar yang belum mengalami perlakuan apapun. Salah satu alternatif lain dari penanganan udang adalah dengan cara merebus atau mengukus udang sebelum dilakukan pengesan. Dengan cara penanganan tersebut diha rapkan kemunduran mutu udang dapat lebih diperlambat sehingga udang dapat lebih lama dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari alternatif penanganan udang, selain dari cara penanganan yang biasa dilakukan di Indonesia, mempelajari perkembangan Escherichiacoli dan Salmonella selama penyimpanan udang dalam es, serta untuk mempelajari pola pembusukan udang yang telah ditangani dengan cara penanganan tersebut dibandingkan dengan cara pe- nanganan yang biasa. Perlakuan yang diberikan dalam studi perbandingan ini adalah macam cara penanganan dan lama pengesan. Cara penanganan yang dilakukan adalah penanganan dengan proses perebusan sebagai salah satu mata rantainya (A1) dan penanganan biasa tanpa menggunakan perebusan (A2). Sedangkan lama pengesan adalah selama 12 hari dan pengamatan dilakukan setiap dua hari sekali. Penilaian mutu udang dengan kedua cara penanganan tersebut dilakukan secara mikrobiologis dan organoleptik. Untuk mendapatkan hasil analisa dari pengaruh cara penanganan, lama pengesan dan interaksi antara keduanya, digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua kali ulangan…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcStudi perbandingan cara penanganan udang windu (Penaeus monodon, Fab.) untuk konsumsiid
dc.titleStudi perbandingan cara penanganan udang windu (Penaeus monodon, Fab.) untuk konsumsiid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record