Show simple item record

dc.contributor.advisorPurwadaria, Hadi K.
dc.contributor.advisorSarmadi
dc.contributor.authorPardomuan
dc.date.accessioned2024-03-18T05:46:39Z
dc.date.available2024-03-18T05:46:39Z
dc.date.issued1993
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142118
dc.description.abstractKakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas ekspor non migas yang mendapat perhatian untuk ditingkatkan dan dikembangkan. Sampai tahun 1990, luas lahan kakao Indonesia mencapai 318.938 ha dan pada tahun yang sama ekspor biji kering dan olahan masing-masing sebesar 104,470 ton dan 15,255 ton. Salah satu tahap pengolahan biji kakao yang kritis dan memerlukan biaya tinggi adalah tahap pengeringan. Dengan semakin mening- katnya produksi kakao Indonesia dan dengan adanya pemanenan sepanjang tahun maka cara pengeringan alami kurang efektif, terutama pada musim penghujan, sehingga biji kakao perlu dikeringkan dengan alat pengering buatan. Untuk merancang suatu alat pengering, penting diketahui karakteristik pengeringan biji kakao. Beberapa hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam merancang alat pengering adalah konsumsi energi, efisiensi dan mutu hasil pengeringan…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleMempelajari karakteristik pengeringan biji kakao (Theobroma cacao L.) jenis upper amazone hybridid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record