Show simple item record

dc.contributor.advisorSadjad, Sjamsoe loed
dc.contributor.authorSuwignyo, Rujito Agus
dc.date.accessioned2024-03-18T03:38:25Z
dc.date.available2024-03-18T03:38:25Z
dc.date.issued1984
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142073
dc.description.abstractKapas merupakan salah satu komoditi penting dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan tekstil. Sejalan dengan kebutuhan sandang yang kian meningkat, persediaan serat kapas akan menjadi faktor penentu produksi tekstil. Kebutuhan serat kapas di Indonesia senantiasa mengalami peningkatan sejak Pelita I sampai dengan Pelita III. Perkembangan industri tekstil dalam negeri cukup baik, namun demikian kapasitas produksi serat di Indonesia masih belum mencukupi. Pada akhir Pelita III kebutuhan sandang diperkirakan akan mencapai 13,4 meter per kapita (Anonim, 1976). Pada tahun 1973/1974 industri tekstil di Indonesia telah memiliki 480000 buah mata pintal dan di- perkirakan akan menjadi 1,2 juta buah pada akhir pelaksanaan Pelita III (Anonim, 1977). Pada tahun 1974/1975 Indonesia memerlukan 66000 ton serat kapas dan 1250 serat lainnya. Bahan serat tersebut sebagian besar didatangkan dari luar negeri, kapasitas produksi serat kapas dalam negeri hanya mencapai 2% dari seluruh kebutuhan (Soepomo, 1976). Bertolak dari kondisi tersebut di atas, produksi serat kapas mendapat perhatian dari pemerintah. Sampai dengan akhir tahun Pelita III, ditargetkan perluasan pengembangan tanaman kapas mencapai 100000 hektar.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcSistem pengolahan benih kapas di proyek kapas PTP XXVI kebun asembagus situbondo dan balittri malangid
dc.titleSistem pengolahan benih kapas di proyek kapas PTP XXVI kebun asembagus situbondo dan balittri malangid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record