Show simple item record

dc.contributor.advisorParakkasi, Aminuddin
dc.contributor.advisorJachja, Jajat
dc.contributor.authorSuswanto, Hingki
dc.date.accessioned2024-03-16T05:31:57Z
dc.date.available2024-03-16T05:31:57Z
dc.date.issued1988
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141978
dc.description.abstractPenelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, selama enam minggu sejak tanggal 22 November 1987 sampai dengan 3 Januari 1988. Bahan penelitian yang digunakan adalah minyak sawit, yang didapatkan dari P.T. Bimoli, Jakarta. Pemberian ran- sum percobaan dimulai saat tikus berumur 51 sampai 100 ha- ri. Hewan percobaan yang digunakan yaitu 16 ekor tikus putih (rat) strain "Wistar Albino" berjenis kelamin betina dengan rata-rata bobot badan 66.4 ± 7.44 gram, yang dida- patkan dari Unit Penelitian Gizi Diponegoro, Badan Peneli- tian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan, Ja- karta. Tujuan penelitian ialah untuk mempelajari pengaruh beberapa kadar minyak sawit dalam ransum terhadap pertum- buhan, kandungan kholesterol dalam darah dan jaringan yang terdiri dari hati, jantung, ginjal, limpa dan otot, serta pengaruhnya terhadap bobot hati, jantung, ginjal dan limpa tikus. Kadar minyak sawit dalam ransum masing-masing se- banyak 0, 1.5, 3.0 dan 4.5 persen bahan kering ransum. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok, dengan empat perlakuan dan empat kelompok, yang didasarkan pada bobot badan; dan uji jarak Duncan. Bila perlakuan berpengaruh terhadap parameter maka anali- sa akan dilanjutkan dengan uji polinomial orthogonal. Parameter yang diukur meliputi: pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, efisiensi penggunaan makanan, kan- dungan kholesterol darah, hati, jantung, ginjal, limpa dan otot serta bobot hati, jantung, ginjal dan limpa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kadar mi- nyak sawit hingga empat setengah persen dalam ransum ter- hadap semua parameter adalah tidak nyata, kecuali terhadap bobot ginjal (P0.05). Melalui uji polinomial orthogonal dapat diketahui bahwa bobot ginjal tikus penelitian mengi- kuti persamaan kubik Y = 3.8210+ 1.3255 X 0.7124 X + 0.09757 X (PL 0.05). Hal ini bukan disebabkan oleh pe- ngaruh dari minyak sawit, melainkan lebih erat kaitannya dengan kadar mineral kalsium dalam ransum.,,dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh kadar minyak sawit dalam ransum terhadap pertumbuhan, kandungan kholesterol darah dan jaringan serta bobot organ dalam tikusid
dc.titlePengaruh kadar minyak sawit dalam ransum terhadap pertumbuhan, kandungan kholesterol darah dan jaringan serta bobot organ dalam tikusid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record