Show simple item record

dc.contributor.advisorGardjito
dc.contributor.advisorSuhardiyanto, Herry
dc.contributor.authorBudiarti, Tri
dc.date.accessioned2024-03-13T06:36:40Z
dc.date.available2024-03-13T06:36:40Z
dc.date.issued1994
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141586
dc.description.abstractLingkungan mempengaruhi aktivitas sistem fotosintesis tanaman. Untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, tanaman memerlukan lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhannya. Penggunaan rumah kaca merupakan salah satu cara untuk menciptakan lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman. Meningkatnya temperatur udara dalam rumah kaca membawa pengaruh bagi pertumbuhan tanaman yang tidak tahan terhadap suhu tinggi. Evaporative cooling merupakan salah satu cara untuk mendinginkan udara dalam rumah kaca. Tetapi cara ini sangat mahal dan tidak efektif. Cara lain yang lebih murah dan efektif adalah penurunan suhu pada daerah yang terbatas, yaitu pada daerah perakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan teknik pengendalian lingkungan termal pada zona perakaran tanaman tomat yang dibudidayakan dengan sistem NFT dalam rumah kaca, mempelajari perubahan suhu larutan nutrisi dan suhu lingkungan sebagai dasar dalam membuat rancangan sistem NFT untuk daerah tro- pis, dan mendapatkan data dasar tentang penyerapan kalor oleh larutan nutrisi selama mengalir dalam bedengan NFT. Menurut Matsuoka, Suhardiyanto, dan Yuwono (1992), pemeliharaan tanaman secara hidroponik dengan menggunakan sistem NFT (Nutrient Film Technique), penurunan temperatur daerah perakaran dapat dilakukan dengan mendinginkan larutan nutrisi pada tangki penampung dan mengalirkannya ke daerah perakaran tanaman. ..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengendalian lingkungan termal zona perakaran tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill) dengan sistem NFT dalam rumah kacaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record