View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh frekuensi penyiraman hingga kapasitas lapang dan intensitas naungan terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.)

      Thumbnail
      View/Open
      full text (11.98Mb)
      Date
      1991
      Author
      Hurdenis, Chadrony
      Supijatno
      Wachjar, Ade
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas naungan dan frekuensi penyiraman hingga kapasitas lapang serta kombinasi antara keduanya yang paling baik bagi pertumbuhan bibit kakao. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Institut Pertanian Bogor Sindang Barang, Bogor, mulai bulan Desember 1989 sampai dengan Juni 1990. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Petak Terpisah. Perlakuan naungan sebagai petak utama terdiri atas 3 taraf, yaitu intensitas naungan 0% (No), naungan 25 % (N₁) dan naungan 75 % (N₂). Bahan naungan menggunakan atap dan kerangka dari bambu. Intensitas naungan 25% diperoleh dengan merapatkan belahan bambu selebar 0.5 m kemudian disusun dengan jarak yang sama pada kerangka selebar 2 m, sedangkan untuk intensitas naungan 75 %, belahan bambu dirapatkan selebar 1.5 m kemudian disusun dengan jarak yang sama pada kerangka selebar 2 m. Naungan 0 % berupa kerangka bambu, tanpa belahan bambu di atasnya. Frekuensi penyiraman sebagai anak petak terdiri atas 3 taraf, yaitu penyiraman 2 hari sekali (A₁), penyiraman 4 hari sekali (A2) dan penyiraman 6 hari sekali (A3). Penyiraman menggunakan air yang berasal dari sumur. Dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan, masing-masing di- ulang 3 kali. Pada setiap satuan percobaan digunakan 4 tanaman. Bahan tanaman yang digunakan adalah kecambah- kecambah kakao yang paling baik, berumur antara 12 hari setelah semai 14...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139367
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository