| dc.description.abstract | Dengan Indonesia, semakin berkembangnya kawasan industri di maka perlu diperhatikan perbaikan manajemen pengolahan limbah cair sebagai dampak dari adanya industri tersebut.
Pada pengolahan limbah cair dengan cara biologis menggunakan oxidation ditch (kolam oksidasi) akan terjadi pertambahan Jumlah lumpur aktif. Pembuangan lumpur perlu dilakukan pada saat yang tepat sehingga kondisi proses aerasi dan mutu air limbah tetap balk, yaitu kandungan lumpur 2.7 - 3.0 g/l dan nilai COD effluen tidak lebih dari 40 mg/l.
Pada proses akhir pengolahan limbah cair, lumpur dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai tanah penutup areal yang legok. Model Jadwal Pembuangan Lumpur Aktif dirancang dengan mempelajari pertumbuhan lumpur aktif setiap hari, jumlah bak pengering tersedia, kondisi cuaca dan karakteristik iklim Kawasan Industri.
Tujuan penelitian ini yaitu, (1) mempelajari faktor- faktor dan parameter-parameter yang berpengaruh terhadap pembuangan dan pengeringan lumpur aktif; (2) menyusun dan mengembangkan Model Jadwal Pembuangan Lumpur aktif yang bersifat aplikatif dan interaktif; dan (3) membuat prog- ram komputer yang menunjang proses pengambilan keputusan di bidang manajemen pengolahan limbah cair khususnya pada tahap pembuangan lumpur aktif.
Verifikasi Model SIER'89.BAS dilakukan dengan masuk- debit influen 4000, 4500 dan 5000 3 m³/hari volume an reaktor 3000, 3500, 4500 dan 5000 m; COD effluen 30 dan 40 mg/1; dan cuaca hujan-cerah.
Keluaran dari Model SIER'89.BAS berupa jadwal pem- buangan lumpur aktif yang meliputi hari pembuangan, Jum- lah lumpur dibuang, lama pembuangan lumpur, Jumlah dan nomor bak pengering yang digunakan, lama pengeringan dan saat bak pengering kosong, pada periode perencanaan 30 hari pembuangan…dst | id |