| dc.description.abstract | Mengingat terbatasnya sumberdaya air yang tersedia untuk irigasi, maka
pengelolaan air perlu dilakukan secara lebih baik dan efisien, agar sumberdaya air yang
tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Keberhasilan dalam pengelolaan jaringan
irigasi ditentukan oleh perencanaan dan rancangan yang baik dan tepat serta operasi
dan pengelolaan yang benar.
Penelitian masalah khusus ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap
rancangan hidrolis saluran tersier serta pengelolaan air irigasi di Daerah lrigasi Batang
Anai - Sumatera Barat. Evaluasi yang dilakukan meliputi evaluasi dimensi saluran,
evaluasi tinggi muka air rencana dan optimasi pola tanam.
Kelas tekstur tanah daerah irigasi Batang Anai termasuk lempung berpasir
(Sandy Loam) dan lempung berdebu (SiNy Loam). Kadar air tanah pada kapasitas
lapang (pF 2.54) untuk lapisan atas (0 - 20 cm) berkisar antara 40.77 - 45.51% volume
dan lapisan bawah (20 - 40 cm) berkisar antara 38.30 - 46.87% volume. Kadar air
pada titik layu permanen (pF 4.2) untuk lapisan atas berkisar antara 23.07 - 30.31%
volume dan lapisan bawah berkisar antara 25.20 - 3 1.25% volume.
Debit andalan tengah bulanan (Q 80%) terbesar terjadi pada Desember - 1 yaitu
sebesar 16 130 literldetik, sedangkan debit andalan terkecil sebesar 7276 literldetik
terjadi pada Agustus - I
Nilai Evapotranspirasi acuan (ETo) terbesar terjadi pada bulan Febmari yaitu
sebesar 4.38 mmlhari, sedangkan nilai ETo terkecil yaitu sebesar 3.47 mmthari terjadi
pada bulai November. Curah hujan efektif terbesar untuk tanaman padi sebesar 12.1
mtnlhari dan untuk tanaman palawija 9.1 mmlhari, terjadi pada Desember - I. Curah
liujan efektif terkecil tanaman padi sebesar 3.2 mdhari dan palawija 2.4 mdhari yang
terjadi pada Agustus - 1.
Analisis optimasi pola tanam dilakukan terhadap 6 (enam) alternatif awal tanam
yaitu. Oktober - I, Oktober - 2, November - 1, November - 2,Desember - I dan
Desember - 2. ... | id |