Show simple item record

dc.contributor.advisorMandang, Tineke
dc.contributor.advisorSetiawan, Radite Praeko Agus
dc.contributor.authorWarsa, Rida
dc.date.accessioned2024-02-15T07:37:51Z
dc.date.available2024-02-15T07:37:51Z
dc.date.issued1998
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138700
dc.description.abstractLahan yang baru diolah untuk dijadikan lahan sawah umumnya mempunyai kebutuhan air yang besar, hal ini dikarenakan belum terbentuknya lapisan kedap air (hardpan) pada tanah olahan, sehingga perkolasi jauh lebih besar dibandingkan dengan evapotranspirasinya. Lapisan kedap ini akan menahan laju perkolasi air yang membawa pupuk dan zat-zat terlarut didalamnya kelapisan tanah yang lebih dalam. Pada lahan-lahan sawah tradisional yang dikerjakan secara manual, pembentukan lapisan kedap terjadi karena pengolahan tanah yang berkelanjutan dan terus-menerus, tapi lapisan kedap air yang terbentuk tidak memiliki kedalaman yang sama akibat pengolahan tanah pada kedalaman yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh energi pemadatan, jumlah tumbukan, tinggi jatuhan, dan kadar air tanah pada pemadatan tanah dengan alat pemadat manual dan pengukur impak sebagai dasar disain alat pembentuk hardpan, dengan parameter tanhanan penetrasi. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleUji pengaruh jumlah tumbuhan, kadar air daan tinggi jatuhan terhadap pemadatan tanah dengan alat tumbuk manual sebagai dasar disain alat pembentuk lapisan kedap (hardpan) pda pencetakan sawah baru di Areal infrastruktur Leuwikopo, Darmagaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record