| dc.description.abstract | Lahan yang baru diolah untuk dijadikan lahan sawah umumnya mempunyai kebutuhan air yang besar, hal ini dikarenakan belum terbentuknya lapisan kedap air (hardpan) pada tanah olahan, sehingga perkolasi jauh lebih besar dibandingkan dengan evapotranspirasinya. Lapisan kedap ini akan menahan laju perkolasi air yang membawa pupuk dan zat-zat terlarut didalamnya kelapisan tanah yang lebih dalam. Pada lahan-lahan sawah tradisional yang dikerjakan secara manual, pembentukan lapisan kedap terjadi karena pengolahan tanah yang berkelanjutan dan terus-menerus, tapi lapisan kedap air yang terbentuk tidak memiliki kedalaman yang sama akibat pengolahan tanah pada kedalaman yang berbeda.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh energi pemadatan, jumlah tumbukan, tinggi jatuhan, dan kadar air tanah pada pemadatan tanah dengan alat pemadat manual dan pengukur impak sebagai dasar disain alat pembentuk hardpan, dengan parameter tanhanan penetrasi. ... | id |