Show simple item record

dc.contributor.advisorMorgan, Kusen
dc.contributor.authorMawan, Tri
dc.date.accessioned2024-02-15T02:19:24Z
dc.date.available2024-02-15T02:19:24Z
dc.date.issued1997
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138583
dc.description.abstractPanas adalah salah satu bentuk dari energi. Sebagai gambaran adalah pengubahan energi listrik menjadi energi panas. Demikian juga pengubahan energi bahan bakar (kimia, minyak bakar, batu bara, kayu, arang, gergajian kayu hingga nuklir) menjadi energi listrik maupun panas. Selanjutnya energi panas maupun energi listrik bisa diubah menjadi energi gerak. Berdasarkan suatu hasil pengujian, efisiensi ketel-uap rata-rata 56,99 persen. Hal ini berarti energi panas yang dihasilkan bahan bakar hampir setengahnya terbuang ke lingkungan. Efisiensi ketel yang rendah ini disebabkan antara lain: (1) terjadi kehilangan panas ketel uap, konduksi, konveksi dan radiasi ke dinding ketel-uap, (2) konsep pemindah yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, (3) sebagian panas yang dihasilkan bahan bakar hilang melalui sungkup ketel-uap, (4) terjadi penebalan pada pipa oleh jelaga yang dikeluarkan oleh kompor minyak. Ditinjau dari jenis yang membangkitkan, mesin pembangkit dibedakan menjadi mesin torak, turbin uap, ketel uap, turbin air, turbin gas, mesin jet dan mesin gerakan bolak-balik. Dengan adanya persaingan dalam pasar maka yang sedang berkembang sebagai mesin pembangkit dan bahkan lebih ekonomis adalah jenis mesin turbin (misal turbin uap di pabrik-pabrik agroindustri yang menggantikan mesin uap torak). ...
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgricultural Engineeringid
dc.subject.ddcFarm technologyid
dc.titleDesain dan uji performansi turbin uap sederhana dengan memanfaatkan tekanan ketel-uap untuk penggerak kipas alat pengeringid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record