| dc.description.abstract | Kipas umumnya digunakan di dalam pengolahan hasil pertanian sebagai alat pengeringan, ventilasi, pemanasan, pendinginan udara dan sortasi. Penggunaan kipas untuk pengeringan terdapat pada alat pengering buatan yang berfungsi untuk mengalirkan udara dan membawa energi panas untuk menguapkan air dari biji- bijian. Energi panas yang akan dialirkan kipas untuk pengeringan dapat memanfaatkan energi panas ketel-uap yang terbuang ke lingkungan, dengan menambah alat pemindah panas (heat exchanger) pada ketel-uap
Berdasarkan dari hasil pengujian ketel-uap yang akan digunakan untuk penyulingan minyak atsiri, diperoleh efisiensi ketel-uap rata-rata 56,99 persen. Hal ini berarti panas yang dihasilkan oleh bahan bakar untuk ketel-uap hampir setengahnya terbuang kelingkungan. Efisiensi yang rendah ini disebabkan antara lain: 1) terjadi kehilangan panas baik secara konduksi, konveksi dan radiasi ke dinding ketel-uap, (2) konsep pemindah panas yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, (3) sebagian panas yang dihasilkan bahan bakar hilang melalui cerobong ketel-uap, (4) terjadi penebalan pada pipa api oleh jelaga yang dikeluarkan oleh kompor minyak (Sumarto, 1992),
Tujuan penelitian ini adalah merancang dan uji performansi kipas sentrifugal sudu melengkung ke depan (forward-curve) untuk alat pengering dengan
memanfaatkan tekanan uap dari ketel-uap sebagai tenaga penggeraknya dan gas buang ketel-uap sebagai energi panasnya. | |