Show simple item record

dc.contributor.advisorAstika, I Wayan
dc.contributor.authorRachmadias, Ade Sri Mutia
dc.date.accessioned2024-02-15T01:12:06Z
dc.date.available2024-02-15T01:12:06Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138534
dc.description.abstractPada saat ini sebagian besar usaha agribisnis dan agroindustri Indonesia berada pada skala kecil dan menengah. Pada umumnya usaha-usaha ini masih mengalami berbagai kendala seperti kurangnya modal usaha, kurangnya profesionalisme dalam aspek teknologi, kurangnya kemampuan manajerial dan kewiraswastaan, serta lemahnya aspek pemasaran. Oleh sebab itu perlu dicari solusi dalam upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia bagi pelaku usaha-usaha tersebut. Dalam menghadapi berbagai kendala-kendala di atas, perlu dibentuk suatu wadah yang dapat mendorong calon wirausahawan untuk menjadi usahawan yang handal di lapangan. Salah satu bentuk dari wadah tersebut ialah Inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT). Perkembangan IBT di Indonesia diawali dalam tahun 1994 oleh Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil (PPK) dengan bantuan sebagian dana dari UNDP (United Nations Development Programme). Pada tahun 1994 tersebut, empat inkubator berdiri di PUSPIPTEK (Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) Serpong, ITS, UNS, dan IPB. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis kelayakan usaha dan optimasi produksi dengan metode fuzzy pada usaha kerajinan rumput walingi (Cyperus elatus L.) di CV Cyndo Dayna Utamaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record