Show simple item record

dc.contributor.advisorPurwadaria, Hadi K.
dc.contributor.advisorSetiawan, Yang Yang
dc.contributor.advisorRusmono, Momon
dc.contributor.authorWiryadinata, Nicolaas
dc.date.accessioned2024-02-13T03:17:11Z
dc.date.available2024-02-13T03:17:11Z
dc.date.issued1991
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138393
dc.description.abstractUmumnya buah tomat di perkebunan tomat dipanen saat mencapai tingkat kematangan masak hijau atau semburat. Bila dipanen sebelum mencapai tingkat kematangan petik dan disimpan pada suhu ruang, maka buah tomat akan rusak. Dari hasil penelitian Setiawan et al. (1986) diperoleh konsentrasi CO2 optimum dan bentuk kemasan yang cocok untuk penyimpanan tomat dalam sistem modified atmosphere Kemudian Setiawan et al. (1989) mendapatkan konsentrasi 02 dan CO2 optimum serta bentuk dan jenis kemasan yang cocok untuk penyimpanan modified atmos- phere. Hasil penelitian Rusmono et al. (1990) selain mendukung hasil penelitian sebelumnya. juga menyusun model untuk menduga masa simpan tomat dalam sistem modified atmosphere berdasarkan tingkat kematangan dan kekerasan. Namun pengaruh umur petik untuk penyimpanan tomat dalam kemasan modified atmosphere belum dikaji selama ini. Bila saat pemetikan dapat dilakukan lebih awal, dan disimpan tanpa mengalami kerusakan, diharapkan pemetikan lebih awal ini dapat memperpanjang masa simpan Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan umur petik tomat dengan tingkat kematangan berdasarkan ..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPenerapan model pendugaan masa simpan tomat dalam kemasan Modified Athmosphere berdasarkan umur petik dalma periode awal masak hijauid
dc.titlePenerapan model pendugaan masa simpan tomat dalam kemasan Modified Athmosphere berdasarkan umur petik dalma periode awal masak hijauid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record