Show simple item record

dc.contributor.advisorSyuaib, M. Faiz
dc.contributor.advisorSyarief, Atjeng M.
dc.contributor.authorHidriansyah, Iqri Sulizar
dc.date.accessioned2024-02-07T07:01:19Z
dc.date.available2024-02-07T07:01:19Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137927
dc.description.abstractDari tahun 1988 - 1991 terjadi peningkatan produksi padi dari 41 678.2 ton menjadi 44 688.4 ton. Peningkatan produksi padi ini menyebabkan pula peningkatan produksi dedak. Dedak merupakan hasil ikutan dari pengolahan padi, terdiri dari sebagian besar lapisan kutikula sebelah dalam, lembaga dan sedikit endosperma yang hancur berupa tepung. Dedak mengandung minyak dengan kandungan asam lemak tidak jenuh yang cukup tinggi (sekitar 80%). Asam lemak tidak jenuh dibutuhkan oleh tubuh manusia karena tidak bisa disintesa oleh tubuh. Asam lemak tidak jenuh juga dapat mencengah penyakit atheroarlaosis. Ekstraksi dengan pelarut (solvent extraction) adalah suatu metode ekstraksi untuk mendapatkan minyak atau lemak dari bahan yang mengandung minyak atau lemak. Prinsip ek- straksi dengan pelarut adalah pemisahan komponen yang di- hendaki (solute) dari zat padat dengan cara kontak antara padatan tersebut dengan satu cairan (solvent) dimana so- lute dapat larut dalam solvent tersebut. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgricultural technologyid
dc.subject.ddcExtractionid
dc.titleUji performansi ekstraksi minyak dedak skala pilot plantid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record