Show simple item record

dc.contributor.advisorGardjito
dc.contributor.authorDenelia
dc.date.accessioned2024-02-07T06:58:01Z
dc.date.available2024-02-07T06:58:01Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137923
dc.description.abstractBawang putih dikenal sebagai bumbu berbagai masakan. Di Indonesia permintaan konsumen akan bawang putih setiap tahun terus meningkat. Kebutuhan ini dipenuhi oleh bawang putih lokal dan impor. Penanaman yang serentak dan usaha penyim- panan yang belum memadai mengakibatkan persediaan bawang putih, khususnya bawang putih lokal di pasaran tidak stabil. Hal ini menyebabkan terjadinya fluktuasi harga. Salah satu cara mengatasi hal ini adalah dengan memba- ngun gudang penyimpanan yang memadai dan cara penanganan pascapanen yang baik. Kondisi penyimpanan yang sesuai untuk bawang putih yaitu pada suhu 25-30 °C dan RH 70-75 %. Petani biasa menyimpan bawang putih dengan jalan menggantung hasil panen tersebut di dapur atau gudang-gudang sederhana. Gudang yang dirancang berkapasitas 100 ton. Bawang putih digantung pada batang-batang penggantung dari bambu. Luas lantai rak 20 x 7 m². Luas total lantai gudang 24 x 10 m². Rak penyimpanan terdiri atas 10 susunan batang penggantung dengan jarak antar batang 40 cm. Atap gudang dibuat ber- tingkat dan dinding dilengkapi dengan lubang-lubang venti- lasi agar sirkulasi udara dalam gudang berlangsung baik. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgricultural engineeringid
dc.subject.ddcStorageid
dc.titlePerancangan gudang penyimpanan bawang putih (Allium sativum)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record