Show simple item record

dc.contributor.advisorPrastowo
dc.contributor.authorFahrizal, Mohammad
dc.date.accessioned2024-02-06T03:28:04Z
dc.date.available2024-02-06T03:28:04Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137696
dc.description.abstractTanaman bayam merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki potensi dan peluang pasar yang besar. Luas areal tanaman bayam terus berkembang dari tahun 1991 seluas 31683 ha sampai tahun 1999 seluas 38344 ha. Walaupun luas areal tanaman bayam meningkat, produktivitas yang dihasilkan justru menurun, dimana produktivitas tanaman bayam pada tahun 1991 sebesar 3.674 ton/ha dan pada tahun 1999 sebesar 2.567 ton/ha. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas tanaman adalah dengan mengembangkan teknologi budidaya tanaman secara hidroponik. Sistem irigasi Para merupakan suatu teknologi sederhana yang cocok dikembangkan pada budidaya tanaman secara hidroponik oleh petani kecil karena biaya investasi yang dikeluarkan relatif murah. Tujuan dari penelitian masalah khusus ini, antara lain menghitung kebutuhan air irigasi dan larutan nutrisi tanaman bayam (Amaranthus tricolor L.), menghitung efisiensi irigasi pada sistem irigasi Para, menghitung keseragaman pada jaringan irigasi Para yang mencakup keseragaman air irigasi dan keseragaman larutan nutrisi, serta mempelajari efektifitas metode aplikasi pemberian air irigasi pada sistem irigasi Para. Metode aplikasi pemberian air pada tanaman terdiri atas dua macam, yaitu metode I dan metode II. Pada metode I, air dan larutan nutrisi diberikan/dialirkan melalui media tanam terlebih dahulu sebelum memenuhi gelas nutrisi, diterapkan pada outlet dengan nomor ganjil (I, III, V, VII, dan IX). Pada metode II, air dan larutan nutrisi diberikan/dialirkan langsung kedalam gelas nutrisi, diterapkan pada outlet dengan nomor genap (II, IV, VI, dan VIII,). Metode pengumpulan data yang dilakukan, antara lain pengukuran suhu harian sepanjang hari dari jam 06.00-18.00, pengukuran tinggi air, nilai EC dan pH tanaman setiap hari selama periode pertumbuhan, dan pengukuran jumlah air yang sampai kedalam gelas nutrisi dan jumlah air drainase pada setiap pemberian air irigasi. Metode analisis data yang dilakukan, yaitu menghitung kebutuhan air tanaman, efisiensi irigasi Para, keseragaman irigasi dan larutan nutrisi, perhitungan produktivitas tanaman dan keseragaman produk, serta evaluasi teknologi aplikasi irigasi Para. Evapotranspirasi tanaman aktual metode I relatif lebih besar dibandingkan evapotranspirasi tanaman aktual metode II. Dilihat dari media tanam yang digunakan, evapotranspirasi tanaman pada media arang sekam relatif lebih kecil dibandingkan pada media pasir. Tingkat efisiensi irigasi Para menggunakan kembali air drainase (re-use) untuk irigasi dapat meningkatkan efisiensi irigasi sebesar 10% dibandingkan tanpa menggunakan kembali air drainase. Besarnya perubahan nilai konduktivitas listrik larutan nutrisi berbanding lurus dengan suhu udara lingkungan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleMempelajari kinerja sistem irigasi para pada budidaya tanaman bayam (Amaranthus tricolor L.) secara hidroponik dengan media arang sekam dan pasirid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record