| dc.description.abstract | Peningkatan kebutuhan manusia terhadap gula semakin lama semakin bertambah seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang sedemikian pesatnya. Tebu sebagai tanaman penghasil gula sangat berperan penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan gula sehingga pembukaan perkebunan-perkebunan tebu semakin meningkat. Tanaman tebu lahan kering memerlukan suatu pengolahan tanah yang dapat menyebabkan beberapa perubahan sifat fisik dan mekanik tanah agar diketahui daya dukung tanah terhadap pertumbuhan tanaman tebu dan aplikasi alat dan mesin pertanian. Perubahan tersebut dapat diketahui dengan cara mengukur beberapa parameter antara lain karakteristik fisik tanah (tekstur, karakteristik pemadatan, konsistensi, dan kadar air), bobot isi tanah, tahanan penetrasi tanah, dan diameter berat rata-ra)a bongkah tanah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari perubahan sifat fisik dan mekanik tanah akibat pengolahan tanah. Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini yaitu dapat menentukan clan mengetahui perubahan densitas., tahanan penetrasi, clan ukuran bongkah tanah sebagai masukan sebelum melakukan kegiatan pengolahan tanah pada budidaya tebu lahan kering.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah melakukan pengambilan dan pengukuran untuk mengetahui karakteristik fisik tanah, bobot isi, tahanan penetrasi tanah, clan diameter berat rata-rata bongkah tanah secara dua tahap, yaitu: tahap pertama: dilakukan sebelum pengolahan tanah, tahap kedua: dilakukan setelah pengolahan tanah. Petak pada lahan penelitian dibagi menjadi lahan A, B, C, dan D. Kombinasi perlakuan pengolahan tanah dalam penelitian ini adalah penggaruanpembajakan-penggaruan-pengkairan (lahan A dengan bajak singkal dan lahan B bajak piring), dan pembajakan-penggaruan-pembajakan-penggaruan-pengkairan (pada lahan C dengan bajak singkal dan lahan D bajak piring).
Lahan penelitian bertekstur 37.67 % liat, 9.4 % debu, dan 52. 93 % pas1r, termasuk tanah lial berpasir. Konsislensi tanah dari basil pengukuran diperoleh bahwa nilai batas cair, batas plastis, indeks plastisitas, dan batas berubah warna berturut-turut adalah 30.93 %, 39.13 %, 8.20 %, dan 18.30 %. Nilai kadar air optimum hasil pengukuran uji proctor adalah 19.22 % pada densitas kering tanah sebesar 1.660 g/cm3 Nilai rata-rala kadar air tertinggi basil pengukuran adalah 23.49 % di selang kedalaman (20-30) cm pada perlakuan pembajakan kedua ( bajak singkal) lahan C, sedangkan nilai rata-rata kadar air terendah adalah 13. 13 % di selang kedalaman (0-10) cm pada penggaruan kedua lahan B.
Nilai rata-rata bobot isi tertinggi hasil pengukuran adalah 1.62 g/cm3 di selang kedalaman (20-30) cm pada kondisi awal lahan B, untuk nilai rata-rata bobot isi terendah adalah 0.89 g/cm3 di selang kedalaman (0-10) cm pada perlakuan pengkairan lahan C.
Nilai rata-rata tahanan penelrasi tertinggi basil pengukuran adalah 3.86 MPa di selang kedalaman ( 45-50) cm pada perlakuan penggaruan pertama lahan B. Nilai rata-rata tahanan penetrasi yang rendah cenderung pada perlakuan pengkairan.
Nilai diameter berat rata-rata tertinggi hasil pengukuran adalah 6.46 cm pada perlakuan pembajakan pertama (bajak singkal) lahan C, sedangkan nilai diameter berat rata-rata terendah adalah 1.06 cm pada perlakuan penggaruan kedua lahan D. | id |