Show simple item record

dc.contributor.advisorAhmad, Baihaqi H.
dc.contributor.advisorEvvyernie, Dwierra
dc.contributor.authorMuqdor, Ali
dc.date.accessioned2024-02-02T02:29:01Z
dc.date.available2024-02-02T02:29:01Z
dc.date.issued1988
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137301
dc.description.abstractPenelitian ini dilaksanakan di kandang unggas Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Insti- tut Pertanian Bogor selama empat minggu yaitu dari tanggal 14 Desember 1987 sampai dengan 11 Januari 1988. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari tingkat kebutuhan mangan pada masa pertumbuhan puyuh jantan dengan mengamati pengaruhnya terhadap pertambahan bobot badan, kon- sumsi ransum, konversi ransum, bobot tibia, bobot shank, kandungan mangan di dalam tibia dan shank serta di hati. Penelitian ini menggunakan puyuh jantan strain Cotur - nix-coturnix japonica sejak umur dua minggu sebanyak 45 ekor. Ada tiga macam ransum yang dicobakan, sebagai perlakuan kedalam ransum ditambahkan mangan sulfat sehingga kadar ma- ngan ransum adalah 15, 55 dan 95 mg/kg. Selama penelitian ransum dan air minum diberikan ad libitum. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan A- cak Lengkap dengan tiga perlakuan dan masing-masing perlaku- an terdiri dari tiga ulangan. Analisa statistik yang digu- nakan adalah Sidik Ragam, sedang untuk mengetahui beda antar perlakuan digunakan Uji Jarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar mangan ransum tidak berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan dan kon- versi ransum, sedangkan terhadap konsumsi ransum, bobot shank, kandungan mangan di dalam tibia dan shank serta hati berpengaruh sangat nyata (P0.01) dan terhadap bobot tibia berpengaruh nyata ransum 15 mg/kg sangat nyata(P0.05). Kadar mangan nurunkan bobot tibia, bobot shank, kandungan mangan di dalam tibia dan shank serta di dalam hati, dan meningkatkan kon sumsi ransum tetapi pertambahan bobot badan dan konversi ransum tidak berbeda dengan kadar mangan 55 dan 95 mg/kg. Kadar mangan ransum 55 mg/kg nyata (P0.05) menurunkan bobot tibia, sedangkan terhadap peubah lainnya tidak berbeda dengan kadar mangan ransum 95 mg/kg…id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcTingkat kebutuhan mangan (Mn) pada masa pertumbuhan puyuh jantan (Coturnixid
dc.subject.ddccoturnix japonica)id
dc.titleTingkat kebutuhan mangan (Mn) pada masa pertumbuhan puyuh jantan (Coturnix-coturnix japonica)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record