View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kematian embrio dini sebagai salah satu penyebab infertilitas pada sapi

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (9.569Mb)
      Date
      1989
      Author
      Rosadas, Aceng
      Achjadi, R. Kurnia
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penulisan ini bertujuan untuk dapat memahami peranan kematian embrio dini yang dapat menyebabkan kejadian in- fertilitas yang sering terjadi pada sapi, yang berguna un- tuk mengetahui kejadiannya sedini mungkin dan mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkannya sehingga menyadari kerugian ekonomi yang ditimbulkannya dan berusaha untuk dapat mencegahnya. Kerugian ekonomi akibat gangguan reproduksi merupakan hambatan yang paling besar dalam rangka meningkatkan popu- lasi ternak. Gangguan reproduksi dapat diakibatkan oleh kejadian infertilitas dan kematian embrio dapat merupakan salah satu penyebabnya. Pada tiap-tiap tahun di suatu pe- ternakan sapi kejadian kematian embrio kira-kira sebesar 10 %. Kematian embrio merupakan kerugian fertilitas pada sapi, kematian ini terjadi selama periode embrio yaitu pe- riode sejak terjadinya fertilisasi, implantasi sampai ter- bertuknya alat-alat tubuh bagian dalam yang berlangsung selama 45 hari. Berdasarkan waktu terjadinya, kematian embrio terdapat dua macam: (1) Kematian embrio dini yaitu kematian embrio yang terjadi sebelum hari ke-14 setelah fertilisasi. (2) Kematian embrio akhir yaitu kematian embrio yang terjadi antara hari ke-14 sampai hari ke-42 setelah fertilisasi. Kejadian kematian embrio pada sapi ditandai dengan timbulnya gejala kawin berulang (repeat breeder) dimana terjadi kenaikan interval siklus berahi yang melebihi in- terval normal 17-25 hari dan juga terjadi penurunan dras tis konsentrasi progesteron dalam plasma darah dan susu. Oleh sebab itu, evaluasi kematian embrio dapat dilakukan dengan cara: (1) Mempelajari catatan perkawinan berdasar- kan kembalinya berahi dimana terjadi perpanjangan siklus berahi. (2) Mempelajari pola siklik progesteron dalam su- su atau plasma berdasarkan penurunan konsentrasi progeste- ron secara tiba-tiba. (3) Melakukan pemotongan ternak untuk memeriksa saluran reproduksi berdasarkan ditemukannya embrio yang mati. Penyebab kematian embrio terdiri dari dua faktor uta- ma yaitu faktor genetik dan lingkungan yang meliputi faktor abnormalitas kromosom, umur, musim, makanan, ketidak seimbangan hormonal, kualitas semen dan lingkungan uterus…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/137271
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2186]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository