Show simple item record

dc.contributor.advisorPramuhadi, Gatot
dc.contributor.authorSopyan, Herman
dc.date.accessioned2024-01-29T08:20:10Z
dc.date.available2024-01-29T08:20:10Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136536
dc.description.abstractSistem penanaman tebu dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu di lahan sawah (sistem reynoso) dan di lahan kering. Budidaya tebu lahan kering sudah ada sejak zaman dahulu, namun baru pada pertengahan tahun 1970-1980 dilakukan penelitian secara serius. Pada saat ini posisi tebu lahan kering sangat menentukan, hal ini tampak dari total areal penanaman tebu lahan kering (244 614 ha) jauh lebih luas dari areal penanaman tebu lahan sawah (94 884 ha) (Samsul Hadi dan Soerjanto, 1999). Salah satu upaya yang bisa ditempuh untuk meningkatkan produksi gula nasional adalah melalui perbaikan teknik budidaya pertanian tanaman pangan. Teknik budidaya pertanian yang bisa diandalkan untuk peningkatan produksi pangan adalah teknik intensifikasi pertanian, yakni mulai dari pengolahan tanah, pembibitan, penanaman, dan pemupukan hingga panen. Pengolahan tanah efisien menyangkut efisiensi waktu berupa efisiensi lapang, efisien tenaga berupa daya yang diperoleh dari gaya penarikan alat (draft) dan efisiensi biaya berupa konsumsi bahan bakar. Pengolahan tanah efektif berkaitan dengan hasil olahan tanahnya...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengolahan tanah efisien pada budidaya tebu lahan kering di PT Gula Putih Mataram (GPM), Lampungid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record