Show simple item record

dc.contributor.advisorDjojomartono, Moeljarno
dc.contributor.advisorSarwono, Susilo
dc.contributor.authorSiahaan, Samuel Haposan
dc.date.accessioned2024-01-25T02:38:32Z
dc.date.available2024-01-25T02:38:32Z
dc.date.issued1989
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/136047
dc.description.abstractDalam operasi pengolahan tanah, traktor tangan berbajak putar (rotary tiller) membutuhkan tenaga untuk digunakan menggerakkan roda dan memutar bajak. Untuk mengetahui efektifitas penggunaan tenaga yang dihasilkan motor penggerak traktor, perlu diketahui distribusi tenaga yang digunakan untuk mengolah tanah dan menggerak majukan traktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar tenaga yang dibutuhkan traktor tangan berbajak putar pada kegiatan pengolahan tanah dan distribusinya untuk menggerakkan roda serta memutar bajak. Parameter yang mempengaruhi penggunaan tenaga pada реngolahan tanah dengan bajak putar adalah: (1) "bite length", (2) jenis pisau, (3) kedalaman bajak dan (4) tekstur dan si- fat fisik tanah. "Bite length" adalah panjang gerakan maju pada tiap pemotongan oleh sebuah pisau. Pada penelitian ini besar tenaga yang dihasilkan motor diukur dengan torsi meter dan besar tenaga yang digunakan roda diukur dengan pemasangan strain gage pada poros penggegerak roda. Besarnya tenaga motor dihitung dengan penggandaan torsi dan rpm yang terjadi pada poros torsi meter, sedang tenaga menggerakkan roda diukur dengan menggandakan torsi dengan rpm pada poros penggerak roda. Dalam keadaan tanpa beban, tenaga motor digunakan hanya untuk menggerakkan roda dan besarnya berkisar antara 0.36 sampai 0.72 kW. Pertambahan kecepatan maju menyebabkan meningkatnya penggunaan tenaga, yang ditandai dengan peningkatan rpm roda cipta Pada keadaan mengolah tanah, tenaga motor penggerak yang digunakan akan semakin besar pada pertambahan kecepatan maju dan peningkatan putaran bajak. Peningkatan penggunaan tenaga pada pertambahan kecepatan maju disebabkan oleh kebutuhan tenaga untuk menggerakkan roda dan memutar bajak yang lebih besar. Sedang peningkatan tenaga pada putaran bajak yang lebih tinggi disebabkan kebutuhan tenaga untuk memutar bajak yang lebih besar. Besarnya tenaga motor penggerak yang digunakan berkisar antara 2.27 kW sampai 3.44 kW. Tenaga penggerak roda pada pengolahan tanah besarnya berkisar antara 0.28 sampai 0.66 kW. Penggunaan tenaga peng- gerak roda yang lebih kecil jika dibandingkan keadaan tanpa beban disebabkan adanya penurunan rpm roda dan adanya dorongan maju oleh putaran bajak. Dorongan maju ini juga menyebabkan slip roda yang negatif dan nilainya berkisar antara -2.27 % sampai -9.14 %...dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcMempelajari karakteristik tenaga traktor tangan pada kegiatan pengolahan tanahid
dc.titleMempelajari karakteristik tenaga traktor tangan pada kegiatan pengolahan tanahid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record