Pengaruh pemberian dedak gandum kasar (Wheat Bran) fermentasi dalam ransum terhadap persentase potongan komersial dan organ dalam ayam broiler
View/ Open
Date
2012Author
Tamada, Leonardus Lukman
Mutia, Rita
Retnani, Yuli
Metadata
Show full item recordAbstract
Dedak gandum kasar atau wheat bran (WB) berpotensi sebagai sumber energi pakan ternak. Penggunaan wheat bran sebagai pakan ternak unggas terbatas dalam ransum broiler karena serat kasar yang tinggi. Untuk menurunkan serat kasar dedak gandum kasar diperlukan teknologi fermentasi. Teknologi fermentasi dalam penelitian ini menggunakan kapang Aspergilus niger. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian wheat bran fermentasi (FWB) dalam ransum terhadap persentase potongan komersial dan organ dalam ayam broiler.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Wheat bran yang diberikan pada ayam broiler adalah sebagai berikut: RO: Ransum tanpa mengunakan WB, RI: Ransum menggunakan 15 WB, R2: Ransum menggunakan 15 % FWB, R3: Ransum menggunakan 20% FWB, R4: Ransum menggunakan 25% FWB, R5: Ransum menggunakan 30% FWB. Data yang terkumpul dianalisis ragam (Steel dan Torrie, 1991) dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji kontras orthogonal. Masing- masing perlakuan diberikan pada 32 (8 ekor/ ulangan) ekor ayam broiler umur 2 minggu selama 35 hari. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian wheat bran
fermentasi sampai taraf 30% tidak mempengaruhi persentase dada, sayap dan
punggung, kecuali persentase paha pada perlakuan RS sangat nyata (P<0,01) lebih
kecil dari perlakuan lainnya. Hal ini disebabkan dalam ransum perlakuan R5
mengandung serat kasar yang lebih tinggi sehingga penyerapan zat nutrisi terhambat.
Penambahan wheat bran fermentasi sampai taraf 30% tidak mempengaruhi
persentase bobot gizzard, empedu, hati, pankreas (P>0,05), begitu pula terhadap
panjang dan persentase bobot usus (P>0,05), kecuali persentase bobot illeum
(P<0,01) mengalami peningkatan akibat perlakuan pada R1 dan R5. Hal ini
disebabkan wheat bran masih mengandung serat tinggi yang mengakibatkan illeum
menebal. Pemberian wheat bran fermentasi dalam ransum sampai taraf 15%
memberikan bobot hidup, bobot karkas, persentase bobot paha dan persentase bobot
illeum yang paling baik dibandingkan perlakuan lainnya. Akan tetapi, tidak
memberikan pengaruh yang nyata terhadap peubah lainnya.
