Show simple item record

dc.contributor.advisorDiapari, Didid
dc.contributor.advisorFarida, Wartika R.
dc.contributor.advisorAnita S.T. Hj
dc.contributor.authorHandayani, Victoria Putri
dc.date.accessioned2024-01-19T00:40:05Z
dc.date.available2024-01-19T00:40:05Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135200
dc.description.abstractKeberadaan satwa liar saat ini di Indonesia telah mengalami kelangkaan, hal ini disebabkan oleh eksploitasi yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu satwa liar yang langka saat ini adalah walabi kecil (Dorcopsulus vanheurni), yang penyebarannya di Papua. Walabi termasuk binatang marsupialia yaitu binatang yang mempunyai kantung. Bentuk tubuhnya hampir sama dengan kanguru, tetapi ukuran tubuhnya lebih kecil. Walabi termasuk dalam famili Macropodidae dan genus Dorcopsulus. Salah satu perlindungan terhadap kepunahan satwa langka dapat dilakukan melalui usaha penangkaran. Pakan walabi di alam terdiri dari akar, daun dan buah. Kebutuhan pakan walabi perlu diketahui karena pakan mempunyai peran penting untuk hidup pokok, membantu proses reproduksi dan produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kecernaan dan penggunaan pakan walabi betina yang diduga dari konsumsi untuk pertambahan bobot badan walabi selama di penangkaran. Jenis pakan yang diberikan dalam penelitian ini adalah buah-buahan dan sayur-sayuran yang tersedia di pasar yaitu apel Malang (Malus sylvestris), kangkung (Ipomoea aquatica), wortel (Daucus carota). jambu biji (Psidium guajava) dan ubi jalar (Ipomoea batatas). Pakan diberikan setiap hari pukul 08.00 WIB. Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan dan zat makanan, pertambahan bobot badan, efisiensi penggunaan pakan (EPP), rasio efisiensi protein (REP), kecernaan semu zat-zat makanan dan Total Digestible Nutrient (TDN). Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian selama 56 hari menunjukkan palatabilitas pakan yang tinggi berurutan dari ubi jalar, kangkung, jambu biji, apel Malang dan wortel. Rata- rata konsumsi pakan yaitu 401.09 g BS/ekor/hari atau 86.56 g BK/ekor/hari. Persentase konsumsi banan kering adalah 2.47% dari bobor badan. Rata-rata persentase konsumsi zat makanan terhadap baher. kering per ekor adalah abu 5.59%, protein kasar 10,56%, lemak kasar 1.58%. serat kasar 8.13%. bahan ekstrak tanpa nitrogen 74,41% dan energi bruto 4328,79 kal gBK. Selama penelitian bobot badan mengalami penurunan sebesar 2,75 g/ekor/hari dari bobot badan awal 3,59 kg menjadi bobot badan akhir 3.53 kg. EPP dan REP tertinggi pada minggu ke-4 yaitu 2,76 % dan 30,60%. Kecernaan bahan kering yaitu 93.25% dengan TDN sebesar 89.91%.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPakanid
dc.subject.ddcWalabiid
dc.titleKeceranaan dan pengguanaan pakan untuk pertambahan bobot badan walabi betina (Dorcopsulus vanheurni) di penangkaranid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordWalabiid
dc.subject.keywordpenangkaranid
dc.subject.keywordkonsumsiid
dc.subject.keywordkecernaanid
dc.subject.keywordEPP. REPid
dc.subject.keywordTDNid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record