Show simple item record

dc.contributor.advisorIbrahim, Bustami
dc.contributor.advisorSuptijah, Pipih
dc.contributor.authorPrantommy
dc.date.accessioned2024-01-18T03:43:39Z
dc.date.available2024-01-18T03:43:39Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135097
dc.description.abstractKulit udang merupakan produk sampingan (by product) yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu yang bisa dimanfaatkan dari kulit udang dalam pengolahan limbah cair perikanan adalah kitosan. Kitosan dapat menurunkan kandungan bahan organik pada limbah cair perikanan sehingga diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada Agustus sampai November 2004 di Laboratorium Biokimia, Laboratorium Rekayasa dan Preservasi Hasil Perairan, Departemen Teknologi Hasil Perairan, Laboratorium Lingkungan Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini terdiri atas dua tahap yaitu penelitian pendahuluan yang bertujuan untuk mencari selang konsentrasi larutan kitosan yang optimum untuk menggumpalkan limbah cair perikanan dan penelitian utama yang bertujuan untuk melihat keefektivitasan kitosan dalam mengurangi parameter-parameter cemaran yang terdapat di dalam limbah cair perikanan sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam penanganan limbah cair industri hasil perikanan Perlakuan yang diberikan dalam penelitian adalah konsentrasi larutan kitosan sebesar 0 ppm (kontrol), 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 175 ppm, 200 ppm, 225 ppm, 250 ppm, 275 ppm, 300 ppm, 400 ppm dan 600 ppm terhadap limbah cair perikanan. Limbah cair perikanan yang telah mendapat perlakuan kemudian di homogeniser (diaduk) dengan alat Jartest dengan kecepatan 150 rpm selama 3 menit (Masduki 1996). Kemudian dibiarkan selama 30 menit supaya terjadi proses aging (penggumpalan). Hasil analisis kitosan didapatkan ukuran partikel berupa serpihan, warna larutan jernih, kadar air 8,98%, kadar abu 1,04 %, kadar total nitrogen 4,87% dan derajat deasetilasi 82%. Semua hasil analisis kitosan telah memenuhi standar komersial yang telah ditetapkan oleh Laboratorium Protan diacu dalam Suptijah et al. (1992). Kitosan sebagai bahan koagulan dalam pengolahan limbah cair perikanan dapat berfungsi dengan baik pada pH 6,6-6,8 serta pada konsentrasi 175 ppm 225 ppm. Pada kondisi ini, kitosan dapat menjernihkan limbah cair perikanan, menurunkan nilai kekeruhan sebesar 94,33 %-95,17 %, nilai total padatan tersuspensi (TSS) sebesar 95,10%-95,82%, nilai BOD sebesar 72,09% -79%, nilai COD sebesar 76,72% 79.40%, nilai total kjeldahl nitrogen (TKN) sebesar 12,50%-27,82%, nilai amoniak (NH3) sebesar 80,84% 82,56%, nilai nitrit (NO₂-N) sebesar 47,69%-54,74%, nilai nitrat (NO3-N) sebesar 19,39% 40,14%. Secara umum larutan kitosan yang paling efisien dan ekonomis digunakan sebagai bahan koagulan dalam pengolahan limbah cair industri perikanan adalah pada konsentrasi kitosan 175 ppm. Pada kondisi ini, kitosan dapat menurunkan parameter- parameter pencetus limbah sesuai dengan baku mutu yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor: KEP-51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Industri kecuali nilai BOD (Biochemical Oxygen Demand) COD (Chemical Oxygen Demand). dan..id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcKulit udang winduid
dc.titlePemanfaatan kitosan dari kulit udang windu (Penaeus monodon) untuk pengolahan limbah cair perikananid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record