Uji performansi traktor kubota B6100 pada beberapa kondisi jalan berbeda
Abstract
Traktor pertanian merupakan alat bantu mekanis yang sekarang ini semakin meluas penggunaannya, baik dalam kegiatan pra panen dan kegiatan pasca panen. Penggunaan traktor khususnya dalam semua kegiatan, tidak bisa terlepas dengan kemampuan traktor dalam menyalurkan tenaganya baik melalui PTO, drawbar pull maupun melalui roda.
Drawbar pull merupakan tenaga yang tersedia di gandengan yang siap digunakan untuk menarik beban. Hal tersebut perlu diketahui untuk mendapatkan jenis dan pasangan implemen yang benar-benar sesuai dengan tenaga yang tersedia pada traktor. Tahanan gelinding (rolling resistance) merupakan gaya tarik karena berat alat yang diperlukan agar bergerak di atas sesuatu permukaan dengan kecepatan konstan. Slip akan selalu terjadi pada traktor yang menarik beban maupun yang tidak menarik beban. Drawbar pull masih dapat terus meningkat sampai maksimum yaitu sampai slip roda mencapai 30%, slip optimim 16% terjadi pada saat efisiensi traksi maksimum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performansi dari "riding" traktor pada beberapa kondisi jalan (aspal, kerikil dan tanah). Performansi traktor yang akan diuji adalah drawbar pull, slip (slippage), dan tahanan gelinding (rolling resistance). Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2004 di Laboratorium Alat dan Mesin Budidaya Pertanian Leuwikopo, Darmaga.
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah traktor Kubota B6100 14 hp sebagai traktor uji, traktor Yanmar YM330DT 33 hp sebagai traktor beban, drawbar dynamometer tipe LTSTSA71C, handystrain meter tipe UCAM- 1A, tachometer untuk mengukur putaran engine.
Nilai koefisien tahanan gelinding pada jalan aspal yang didapat relatif
berbeda-beda. Tingkat putaran engine 1500 rpm nilai koefisein tahanan gelinding
yang didapat berkisar antara 0.004 0.017, untuk putaran engine 2000 rpm nilai
koefisien tahanan gelindingnya berkisar antara 0.001 0.019, sedangkan pada
putaran engine 2500 rpm, nilai koefisien tahanan gelinding berkisar antara 0.006-
0.020. Nilai koefisien tahanan gelinding pada jalan kerikil untuk kecepatan engine
1500 rpm, nilai koefisien tahanan gelindingnya berkisar antara 0.006 0.022.
Tingkat putaran 2000 rpm, nilai koefisien tahanan gelindingnya berkisar antara
0.008-0.021. Sedangkan pada tingkat putaran 2500 rpm, nilai koefisien tahanan
gelindingnya berkisar antara 0.007-0.022. Nilai koefisien tahanan gelinding pada
jalan tanah untuk putaran engine 1500 rpm, nilai koefisien tahanan gelindingnya
berkisar antara 0.016. 0.040. Pada tingkat putaran engine 2000 rpm, nilai
koefisien tahanan gelindingnya berkisar antara 0.009 0.021. Sedangkan pada
putaran engine 2500 rpm, nilai koefisien tahanan gelindingnya berkisar antara
0.006-0.024. ...
