| dc.description.abstract | Pabrik Gula (PG) Meritjan Kediri di dalam proses produksinya membutuhkan bahan pembantu yang dipesan dari luar Perusahaan. Terjadinya kekurangan persediaan atau tidak adanya bahan pembantu pada saat dibutuhkan dapat menyebabkan jalannya aktivitas proses produksi terhenti, sebaliknya terlampau banyaknya persediaan bahan pembantu akan mengakibatkan tertahannya modal secara tidak produktif, sehingga hal ini merupakan salah satu faktor kerugian bagi Perusahaan. Oleh karena itu ketersediaan bahan pembantu perlu dikendalikan sesuai kebutuhan dengan biaya yang optimal.
Tujuan penelitian pengendalian persediaan bahan pembantu pada proses produksi gula di PG. Meritjan Kediri adalah: (1) Menentukan bahan pembantu yang memerlukan pengendalian persediaan, (2) Menentukan sistem pengendalian persediaan.
Berdasarkan data historis bahwa bahan pembantu selama sepuluh tahun terakhir yaitu dari tahun 1994 sampai tahun 2003 berjumlah 15 item. Berdasarkan hasil analisa ABC didapatkan tiga bahan pembantu yang perlu mendapatkan prioritas dalam pengendalian persediaan yaitu belerang, kapur pabrikasi, dan phosphat. Tingkat kebutuhan dari ketiga item bahan pembantu untuk musim giling yang akan datang ditentukan dengan beberapa model peramalan, antara lain: model rata-rata bergerak (moving averages model), model rata-rata bergerak terbobot (weighted moving averages model), model pemulusan eksponensial exponential smoothing model), model analisis garis kecenderungan (trend line unalysis model). ... | id |