| dc.description.abstract | Ikan patin merupakan salah satu komoditi yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dengan kandungan protein sebesar 68.6%. Di tahun 2004, benih patin yang berukuran panjang 1 inch bisa dijual dengan harga Rp 85,00 per ekor. Budidaya ikan patin secara garis besar meliputi kegiatan pembenihan dan kegiatan pembesaran. Tahap pembenihan ikan patin sangat memerlukan penanganan yang khusus, karena pada tahap ini daya tahan ikan sangat rentan terhadap penyakit serta perubahan kondisi lingkungan walaupun itu kecil. Salah satu komponen utama yang perlu diperhatikan adalah suhu air sebagai media pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kehilangan panas pada ruang pembenihan ikan, sehingga energi yang dibutuhkan untuk penghangatan air lebih efisien.
Kondisi air optimal sebagai syarat hidup ikan patin adalah memiliki kandungan oksigen terlarut dalam air antara 3.0 6.0 ppm, kandungan karbondioksida antara 9.0 20.0 ppm, alkalinitas antara 80 250. Ikan patin mampu bertahan hidup pada derajat keasaman atau pH yang lebar yaitu pada lingkungan asam dengan keasaman sampai dengan 5 dan pada lingkungan yang basa dengan keasaman sampai dengan 9. Sedangkan suhu yang optimal bagi pertumbuhan ikan patin berkisar antara 28 °C hingga 30 °C. Ikan patin lebih menyukai perairan yang memiliki fluktuasi suhu yang rendah. Kehidupan ikan patin akan mulai terganggu bila suhu air menurun sampai 14 °C hingga 15 °C atau meningkat sampai di atas 35 °C dan aktivitas ikan patin akan terhenti pada perairan yang memiliki suhu di bawah 6 °C atau di atas 42 °C. ... | id |