Show simple item record

dc.contributor.advisorPrastowo
dc.contributor.authorYulianty, Atiek
dc.date.accessioned2024-01-02T07:23:02Z
dc.date.available2024-01-02T07:23:02Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133529
dc.description.abstractDewasa ini potensi serta peluang pasar industri hortikultura khususnya sayuran semakin luas, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sayuran yang berkualitas tinggi. Salah satu tanaman yang mempunyai prospek yang baik dalam pemasarannya adalah kangkung. Walaupun terjadi sejumlah kenaikan produksi, yaitu 2.389 ton/ha (1985), 4.616 ton/ha (1988), dan 7.660 ton/ha (1990), namun jika dibandingkan dengan komoditas sayuran lain, hasil rata-rata produksi kangkung nasional masih rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas tanaman adalah dengan mengembangkan teknologi budidaya secara hidroponik. Teknologi bercocok tanam secara hidroponik lebih menguntungkan dibandingkan dengan teknik bercocok tanam dengan media tanah, karena selain dapat memanfaatkan lahan secara efisien dan memungkinkan pemberian nutrisi secara tepat, budidaya dengan hidroponik juga dapat menghemat penggunaan pupuk bagi tanaman. Tujuan penelitian masalah khusus ini adalah untuk mengevaluasi kinerja jaringan irigasi hidroponik dengan sistem substrat yang meliputi (1) koefisien keseragaman irigasi, (2) efisiensi irigasi, (3) produktivitas tanaman, (4) kebutuhan air tanaman, dan (5) biaya irigasi. Penelitian ini dilaksanakan selama Bulan Juli 2003 sampai Bulan Agustus 2003, di Parung Farm, Bogor. Pengumpulan data primer yang dilakukan antara lain pengukuran suhu lingkungan, pengukuran kelembaban udara, pengukuran nilai EC dan pH larutan nutrisi di bak nutrisi dan di bedeng, pengukuran jumlah air yang sampai ke dalam bak nutrisi dan jumlah air drainase pada setiap pemberian air irigasi, pengukuran jumlah air yang sampai di tiap bedengan dan jumlah air drainase yang keluar dari bedengan setiap lima harian selama periode pertumbuhan, serta pengumpulan data jaringan irigasi. Pengumpulan data bobot tanaman dilakukan pada saat panen. Data sekunder yang dikumpulkan adalah data iklim Wilayah Parung selama Bulan Juli Agustus 2003, yang meliputi suhu udara, kelembaban udara, persentase penyinaran matahari, dan kecepatan angin rata-rata. Analisis data yang dilakukan meliputi (1) perhitungan kebutuhan air tanaman (ETa, ETc, dan kc) (2) perhitungan keseragaman irigasi yang meliputi keseragaman debit inlet, keseragaman larutan nutrisi (EC dan pH), keseragaman suhu larutan, kedalamai: larutan nutrisi, serta keseragaman bobot tanaman, (3) perhitungan efisiensi irigasi yang meliputi efisiensi penyaluran dan pemakaian air irigasi, (4) perhitungan produktivitas tanaman, (5) analisis kinerja teknis sistem hidropenik substrat, dan (6) perhitungan biaya irigasi dan larutan nutrisi. Nilai keseragaman debit inlet bervariasi antara 58 % - 93 %. Nilai keseragaman EC larutan nutrisi di seluruh bedeng relatif tinggi yaitu > 90 %. Nilai keseragaman EC larutan nutrisi pada bedeng dengan kemiringan 2% relatif sama dengan keseragaman EC larutan nutrisi pada bedeng dengan kemiringan 5%....id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcKangkungid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.subject.ddcBogorid
dc.titleEvaluasi kenerja jaringan irigasi hidroponik dengan sistem substrat untuk budidaya tanaman kangkung darat Ipomoea reptans P. di Parung FARM Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record