Show simple item record

dc.contributor.advisorPulungan, Ismail
dc.contributor.advisorAleh, Amiruddin
dc.contributor.authorSugiarti, Herly
dc.date.accessioned2023-12-19T07:01:02Z
dc.date.available2023-12-19T07:01:02Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133024
dc.description.abstractPemerintah Indonesia memasukan kebijaksanaan wanita dalam GBHN yang populer dengan kebijakan "peran ganda wanita." Kebijakan ini berdasarkan asumsi bahwa selama ini kaum wanita, "hanya" berperan sebagai istri dan ibu, dianggap tidak mempunyai peranan atau tidak memberikan kontribusi apapun dalam pembangunan. Wanita yang dianggap sebagai beban harus diubah menjadi aset. Oleh karena itu, kaum wanita didorong untuk berpartisipasi aktif di sektor publik dengan tetap menjalankan fungsinya sebagai istri dan ibu. Keberadaan Usaha Pemotongan Ayam (UPA) tradisional sangat penting dalam menyediakan daging segar yang dibutuhkan oleh masyarakat karena 80 persen konsumsi daging segar berasal dari UPA tradisional ini, selebihnya berasal dari UPA modern. Usaha Pemotongan Ayam tradisional merupakan salah satu usaha yang memiliki kontribusi cukup besar, baik untuk peningkatan pendapatan pemilik usaha maupun memperluas dan membuka kesempatan kerja khususnya bagi kaum wanita di Kelurahan Ledok Kulon Kabupaten Bojonegoro.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgribusinessid
dc.titleKeterlibatan wanita dalam usaha pemotongan ayam tradisional di Kelurahan Ledok Kulon Bojonegoroid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordpemotongan ayamid
dc.subject.keywordwanitaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record