Pengeringan benih tomat (Licopersicon esculentum Mill) dengan teknologi oven gelombang mikro (Microwive)
Abstract
Kebutuhan akan buah tomat semakin hari semakin meningkat, peningkatan ini harus diimbangi dengan produksi dan kualitas buah tomat yang lebih baik. Peningkatan produksi dan kualitas dapat dicapai dengan penggunaan varietas unggul dan bermutu. Untuk memperoleh benih yang unggul harus menggunakan teknologi benih dalam pengolahan benih. Teknologi benih mencakup kegiatan seperti: pengembangan varietas, penilaian varietas, produksi benih, pengolahan (pengeringan), penyimpanan, pengujian serta sertifikasi benih (Feistrizer, 1975, dalam Karim, 1976). Alasan mengapa benih itu harus dikeringkan adalah apabila benih disimpan dengan kadar air yang tinggi akan memendekkan umur simpan benih, mudah terserang penyakit pada waktu penyimpanan, dan mengaktifkan beberapa hama (Sahat, 1994).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengeringan benih tomat dengan menggunakan Microwave, mutu benih tomat yang telah dikeringkan dengan menggunakan Microwave, dan mengetahi efisiensi serta usaha penghematan energi. Pengeringan dengan menggunakan Microwave memiliki prinsip kerja yang berbeda jika dibandingkan dengan oven yang digunakan sebagai standar pembanding. Prinsip kerja pengeringan dengan Microwave adalah suatu insulator dielektrik akan menyerap energi ketika ditempatkan dalam medan listrik berfrekuensi tinggi, untuk menciptakan tegangan tinggi Microwave dilengkapi dengan hv-transformer, diode dan kapasitor. Gelombang elektromagnetik memiliki frekuensi 2450 Ghz, dengan panjang gelombang 12,24 cm. Electron-elektron dari magnetron dihembus dengan blower memasuki saluran wave guide dan diarahkan kedalam oven. ...
