Mempelajari efektifitas proses penjernihan air dengan sistem pulsator dan sistem sedimentasi konvensional di PT. Thames Pam Jaya, Jakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektifitas proses penjernihan air dengan sistem pulsator dan sistem sedimentasi konvensional ditinjau dari parameter Turbidity serta mengetahui kelebihan dan kekurangan dari sistem pulsator dan sistem sedimentasi konvensional. Hasil penelitian dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja sistem penjernihan air yang diteliti dilihat dari kualitas air dan waktu pembuangan lumpur.
Sistem penjernihan air (clarifier) pada IPA (Instalasi Pengolahan air) yang ada di Indonesia ada tiga macam yaitu sistem sedimentasi konvensional, sistem pulsator dan sistem accelator. Umumnya clarifier yang digunakan masih memisahkan proses flokulasi dan sedimentasi, clarifier ini disebut sistem sedimentasi konvensional. Sekarang ini ada beberapa IPA yang menggabungkan proses flokulasi dan sedimentasi, nama clarifier ini pulsator dan accelator. Kedua clarifier tersebut yang berbeda hanya bentuk dan pengoperasiaanya.
Perlakuan terhadap perubahan H (ketinggian hempasan) dan periode pembuangan lumpur adalah perlakuan pada sistem pulsator, sedangkan pada sistem sedimentasi konvensional hanya dilakukan perubahan waktu pembuangan lumpur. Serua perlakuan tersebut dibandingkan dengan operasi standar perusahaan...
