| dc.description.abstract | Protein merupakan salah satu zat yang dapat menyempurnakan gizi
seimbang. Salah satu sumber protein adalah biji kedelai. Tahu merupakan salah
satu produk olahan biji kedelai. Kemudian tahu merupakan salah satu makanan
yang menyehatkan karena kandungan proteinnya yang tinggi serta mutunya setara
dengan mutu protein hewani. Tahu juga mengandung zat gizi yang penting
lainnya, seperti lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang cukup tinggi,
selain itu Tahu merupakan produk olahan kedelai yang tak kalah bergizinya
dibandingkan bahan dasar tahu itu sendiri, yaitu kedelai. Diantara semua produk
olahan kedelai, kandungan asam amino tahu yang paling lengkap, bahkan protein
tahu lebih tinggi dibandingkan dengan protein kedelai.
Pada akhir tahun 2005 dan awal tahun 2006 publikasi tentang
penyalahgunaan bahan kimia yang berbahaya sangat gencar oleh media massa di
Indonesia, yaitu penggunaan formalin pada produk makanan. Salah satu produk
makanan yang dipublikasikan mengandung formalin tersebut adalah tahu.
Berdasarkan pemantauan pemakaian formalin oleh Balai Besar Pengawas Obat
dan Makanan (BPOM) pada tahun 2006, diketahui bahwa 5% dari 40 sampel tahu
di Jakarta yang diteliti ternyata mengandung formalin. Dengan adanya kasus
penyalahgunaan bahan kimia formalin untuk pengawetan produk tahu, membuat
masyarakat di Indonesia khususnya di Jakarta menjadi khawatir untuk
mengonsumsi tahu. Hal tersebut yang menjadikan PT Kitagama Jakarta mencoba
untuk memberikan solusi atas permasalahan tahu berformalin di pasaran, yaitu
dengan menciptakan produk tahu, yaitu Tahu Kita yang bebas dari bahan
pengawet seperti formalin maupun jenis bahan pengawet lainnya dimana tahu
tersebut mampu bertahan selama tujuh hari karena menggunakan proses
pasteurisasi, serta menciptakan produk tahu dengan menggunakan teknik
pengolahan secara benar dan tepat dalam proses pengolahan tahu tersebut
sehingga selain bergizi juga aman untuk dikonsumsi. Kemudian tahu tersebut juga
diproses dengan menggunakan mesin-mesin modern berbahan dasar stainless steel
sehingga menjadikannya aman, bersih putih, higienis. Hal tersebut yang menjadikan Tahu Kita memiliki intangible value ( manfaat manfaat tak
berwujud).
Joyo Swalayan merupakan salah satu ritel modern di Jakarta Selatan yang
menjual Tahu Kita. Angka penjualan Tahu Kita di Joyo Swalayan masih sedikit
bahkan jumlah angka penjualannya pun tidak stabil selain itu penjualan Tahu Kita
di Joyo Swalayan memiliki angka penjualan yang terendah dibandingkan ritel-ritel
lain yang juga menjual Tahu Kita bahkan. Sehubungan dengan hal tersebut
produsen Tahu Kita belum mengetahui berapa nilai kesediaan konsumen untuk
membayar produk Tahu Kita walaupun sudah ditetapkannya harga produk tahu
tersebut serta belum mengetahui karakteristik konsumen Tahu Kita itu sendiri.
Oleh karena itu pada penelitian ini dianalisis mengenai: (1)karakteristik konsumen
yang Tahu Kita di Joyo Swalayan, Jakarta, (2) nilai willingness to pay (WTP)
konsumen Tahu Kita di Joyo Swalayan, Jakarta Selatan (3) faktor-faktor yang
mempengaruhi nilai willingness to pay tersebut.
Pengambilan data untuk keperluan penelitian dilakukan dari bulan
September 2011 sampai dengan bulan Oktober 2011 di Joyo Swalayan, Jakarta
Selatan. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 orang,
dimana responden tersebut merupakan konsumen yang mengunjungi atau yang
berada di Joyo Swalayan, konsumen yang belum pernah membeli Tahu Kita di
outlet mana pun, dan konsumen tersebut berumur 17 tahun ke atas. Pengambilan
sampel atau responden dalam penelitian berdasarkan teknik non probability
sampling dan teknik non probability yang dipilih adalah convenience sampling.
Metode analisis yang digunakan dalam pengolahan data adalah analisis deskriptif
dan analisis Contingent Valuation Method (CVM), program yang digunakan
untuk metode tersebut adalah SPSS version 17.0 for Windows dengan taraf nyata 5
persen.
Dari hasil analisis, diketahui bahwa karaktersitik konsumen Tahu Kita di
Joyo Swalayan, Jakarta Selatan sebagian besar berjenis kelamin perempuan,
berusia 31-40 tahun, pendidikan terakhir sarjana, sudah menikah, memiliki
pekerjaan sebagai wiraswasta, rata-rata pendapatan sebulan di atas
Rp.4.500.000,00 rata-rata pengeluaran sebulan diatas Rp. 4.500.000,00,
mengetahui manfaat mengonsumsi tahu, mengetahui pengaruh formalin adalah
sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh apabila dikonsumsi, sangat khawatir
terhadap kasus penyalahgunaan formalin pada tahu, berpendapat bahwa kualitas
makanan yaitu aman serta sehat untuk dikonsumsi adalah sangat penting,
berpendapat bahwa informasi (kadaluarsa, label halal, izin BPOM RI, dan izin
MUI) suatu produk makanan adalah penting. Nilai willingness to pay konsumen
Tahu Kita di Joyo Swalayan, Jakarta Selatan adalah sebesar Rp 9.595,00. Faktorfaktor
yang mempengaruhi besarnya nilai willingness to pay konsumen Tahu Kita
di Joyo Swalayan, Jakarta adalah usia, tingkat pendidikan, pengeluaran per bulan,
dan informasi kadaluarsa serta memiliki label halal, izin BPOM RI, dan Izin MUI.
Dimana seluruh variabel tersebut memiliki hubungan yang positif terhadap
besarnya nilai willingness to pay konsumen terhadap Tahu Kita. | id |