Show simple item record

dc.contributor.advisorDhalhar, M. Azron
dc.contributor.authorSiregar, Andri Aswadi
dc.date.accessioned2023-11-14T03:49:32Z
dc.date.available2023-11-14T03:49:32Z
dc.date.issued2000
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132097
dc.description.abstractPertumbuhan dan produksi tanaman khususnya tanaman tebu yang optimum disamping tergantung pada jumlah dan ketersediaan unsur hara juga dipengaruhi oleh sifat-sifat fisik tanah. Sifat-sifat fisik tanah ini penting sekali artinya dalam hubungannya dengan ketersediaan air bagi tanaman, aerasi dan aspek-aspek mekanik bagi perkembangan akar tanaman (Yogaswara, 1977). Keragaman retensi air tanah dipengaruhi oleh sifat-sifat fisik tanah, diantaranya struktur dan tekstur tanah, porositas total dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi dan melakukan analisis statistik untuk mempelajari sebaran variasi retensi air tanah. Hillel (1980) menggambarkan hubungan kadar air tanah dengan hisapan matriks (pF) yang berbeda berdasarkan tekstur dan struktur tanah disebut kurva retensi air tanah atau kurva pF. Gaya menahan pergerakan air disebut kapasitas menahan air (water holding capacity) dan dinyatakan oleh gaya yang diperlukan untuk memisahkan air didalam tanah serta nilainya dipengaruhi oleh jumlah air yang tersedia didalam tanah. Makin sedikit air yang tersedia makin besar gaya yang diperlukan untuk memisahkan air dari tanah. Variabilitas spasial adalah variasi berdasarkan jarak. Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman tropis, termasuk kedalam kelas Monocotiledoneae, ordo Glumaceae, famili Gramineae dan genus Saccharum. Tanaman tebu yang normal membutuhkan pertumbuhan vegetatif selama 67 bulan. Dalam masa pertumbuhan vegetatif, tanaman tebu membutuhkan air yang sebanding dengan jumlah air untuk evapotranspirasi, yaitu 3.0 5.0 mm/hari (LPP, 1982). Tanaman tebu mempunyai sistem perakaran serabut, dengan perakaran efektif pada kedalaman 60-90 cm di bawah permukaan tanah. Perakaran tanaman tebu dapat mencapai kedalaman 240 cm pada tanah yang mempunyai drainase baik dan bersolum dalam. Penyerapan air yang terbesar oleh akar dapat mencapai kedalaman 120 cm (LPP, 1982)…id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.titleVariabilitas spasial retensi air tanah pada lahan perkebunan tebu di PT Gunung Madu Plantations, Lampungid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record