View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis pendapatan usahatani dan sistem pemasaran salak Bali: Studi kasus Desa Sibetan, Kabupaten Karang Asem, Propinsi Bali

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (17.97Mb)
      Date
      1999
      Author
      Damayanti, Putu Uge
      Asmarantaka, Ratna Winandi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Salah satu buah lokal yang dipilih untuk diteliti dan dikembangkan sehingga menjadi komoditas unggulan di tingkat nasional dan internasional pada saat ini adalah salak (Pengernbangan Buah-Buahan Unggulan Indonesia, I 996). Indonesia merupakan satu-satunya negara penghasil buah tropis yang mengandalkan salak sebagai salah satu komoditi unggulan dari buah tropis dan oleh karena itu Indonesia mempunyai kesempatan yang sangat besar untuk memasarkan buah salak sebagai buah unggulan untuk menghadapi era perdagangan bebas ASEAN (AFTA). Salak (Salacca edulis) merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak digemari masyarakat dan mempunyai prospek pengembangan yang cukup baik. Selain dimakan sebagai buah segar, buah salak bisa juga diolah menjadi manisan dan asinan sehingga bisa tahan disimpan dalam waktu yang agak lama. Buah salak Bali yang diproduksi di Kabupaten Karang Asem, khususnya Desa Sibetan, merupakan salah satu varietas yang diunggulkan karena selain rasa buahnya manis, daging buahnya Jebih tebal dibandingkan varietas salak yang Jainnya. Tanaman salak Bali, secara umum membutuhkan syarat tumbuh tertentu. Tanaman salak menghendaki tipe iklim basah dengan curah hujan rata-rata berkisar antara 1090,4 mm - 2685,2 nun. Sedangkan suhu udara yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan serta produksi tanaman salak berkisar antara 20 - 30 celcius Di Bali umumnya tanaman salak tumbuh baik di kaki bukit bagian selatan Gunung Agung atau tepatnya di Desa Sibetan dengan ketinggian 400 - 700 m diatas permukaan laut. Tanaman salak Bali khususnya yang ditanam di Desa Sibetan yang merupakan lokasi penelitian penulis, tidak mendapatkan perlakuan khusus seperti pemupukan atau penggantian tanaman dengan tanaman yang barn. Tanaman salak yang merupakan tanaman warisan ini ditanam sejak jaman nenek moyang mereka.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131955
      Collections
      • UT - Agribusiness [4774]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository