Show simple item record

dc.contributor.advisorKusumastanto, Tridoyo
dc.contributor.advisorFahrudin, Achmad
dc.contributor.authorSiahaan, Arthauli
dc.date.accessioned2023-11-13T07:12:16Z
dc.date.available2023-11-13T07:12:16Z
dc.date.issued1998
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131945
dc.description.abstractUdang merupakan salah satu komoditas perikanan yang mendominasi ekspor Indonesia dan dikenal sebagai primadona ekspor perikanan. Salah satu pasar ekspor udang yaitu Jepang. Perkembangan volume dan nilai ekspor udang yang cukup baik mendorong PT.Aorta bergerak dibidang pembekuan dan ekspor produk udang beku. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Pebruari-Maret 1998 di PT.Aorta, Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengendalian sediaan produk udang beku, (2) menganalisis model pengendalian sediaan produk udang beku di PT. Aorta, dan (3) mengetahui kaitan pengendalian sediaan produk dengan keragaan keuangan perusahaan. Metode penelitian adalah studi kasus dengan satuan kasus adalah PT. Aorta. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan direksi dan staf PT. Aorta yang berpedoman pada kuesioner yang telah dipersiapkan. Data sekunder dip-eroleh dari lembaga, instansi terkait dan literatur yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Analisa data memakai data riset operasi model pengendalian sediaan deterministik dan penyajian mengenai teknis penyediaan produk dilakukan secara deskriptif. PT. Aorta berdiri pada tahun 1979, awalnya perusahaan ini bergerak dibidang pembekuan dan ekspor udang dan paha kodok. PT. Aorta mengalami kesulitan dalam memperoleh paha kodok maka sejak tahun 1980 perusahaan hanya mengolah udang yang diekspor ke Jepang. Produk PT. Aorta merupakan bahan mentah yang diolah menjadi produk udang beku untuk diekspor. Oleh karena itu selain biaya pemesanan, pihak PT. Aorta juga mengeluarkan biaya penyimpanan produk. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh jumlah pemesanan optimum (Oopt) sebesar 353.890 kg. Biaya pemesanan tahunan diperoleh berdasarkan Q,. sebesar Rp 24.954.187,07. Biaya total optimum tercapai pada saat grafik total annual relevant cost berada pada titik perpotongan grafik annual ordering cost dan annual holding cost yaitu pada saat biaya pemesanan optimum sebesar Rp 24.954.142,33,id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.titleAnalisis pengendalian sediaan produk udang beku PT.Aorta, Semarangid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record