Show simple item record

dc.contributor.advisorRachmina, Dwi
dc.contributor.authorPurnamagiri, Puri Rahayu
dc.date.accessioned2023-11-13T07:06:49Z
dc.date.available2023-11-13T07:06:49Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131938
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan menganalisis keragaan usahatani salak organik Slebor, pendapatan usahatani salak organik Slebor dan sistem pemasaran salak organik Slebor pada petani Kelompok Tani Antanan dan Villa Salak Pancawati di Kecamatan Caringin. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2010 hingga Juli 2011. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Sampel untuk analisis usahatani ditentukan dengan metode sensus yaitu mengambil seluruh populasi petani salak organik Slebor yang tergabung dalam Kelompok Tani Antanan dan Villa Salak Pancawati. Jumlah sampel usahatani adalah sebanyak tujuh responden petani salak organik Slebor yaitu enam orang petani Kelompok Tani Antanan dan satu Villa Salak Pancawati. Sampel untuk analisis pemasaran ditentukan dengan metode snow ball sampling yaitu dengan cara mengikuti alur pemasaran salak organik Slebor dari produsen sampai ke konsumen akhir. Responden untuk analisis pemasaran adalah sebanyak sembilan orang pedagang pengecer. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk mengetahui gambaran umum tentang Kelompok Tani Antanan, Villa Salak Pancawati, usahatani, saluran pemasaran, salak organik Slebor di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Analisis kuantitatif dilakukan dengan analisis pendapatan usahatani, analisis R-C rasio, marjin pemasaran dan farmer’s share. Teknik budidaya salak organik Slebor yang dilakukan oleh petani Kelompok Tani Antanan dan Villa Salak Pancawati di Kecamatan Caringin terdiri dari persiapan lahan, penyiapan bibit, penanaman bibit, pemupukan, pengairan dan drainase, penyerbukan, pemeliharaan, peremajaan, panen dan pasca panen. Input yang digunakan pada usahatani salak organik Slebor terdiri dari bibit, pupuk, dan tenaga kerja. Hasil analisis pendapatan usahatani dan R-C rasio menunjukkan bahwa usahatani yang dilakukan oleh Kelompok Tani Antanan dan Villa Salak Pancawati sudah menguntungkan dan efisien untuk diusahakan, Perbandingan untuk golongan umur 4-9 tahun diperoleh hasil bahwa Villa Salak Pancawati lebih efisien dibandingkan Kelompok Tani Antanan. Saluran pemasaran salak organik Slebor pada petani Kelompok Tani Antanan hanya terdiri dari satu saluran pemasaran yaitu dari petani sebagai produsen ke pedagang pengecer dan konsumen akhir. Pada Villa Salak Pancawati saluran pemasaran langsung kepada konsumen akhir. Lembaga yang terlibat dalam pemasaran salak organik Slebor di lokasi penelitian adalah petani dan pedagang pengecer. Fungsi pemasaran yang dilakukan oleh petani meliputi fungsi pertukaran berupa penjualan, fungsi fisik berupa pengemasan, fungsi fasilitas berupa sortasi, penanggungan risiko dan informasi harga. Fungsi pemasaran yang dilakukan pedagang pengecer meliputi fungsi pertukaran berupa pembelian dan penjualan, fungsi fisik berupa transportasi, fungsi fasilitas berupa penanggungan risiko dan informasi harga. Struktur pasar yang dihadapi oleh petani di Kelompok Tani Antanan bersifat pasar persaingan (competitive market), sedangkan pada Villa Salak Pencawati lebih cenderung oligopoli. Struktur pasar yang dihadapi pedagang pengecer cenderung bersifat pasar persaingan (competitive market). Farmer’s share yang diterima Villa Salak Pancawati dalam pemasaran salak organik Slebor adalah sebesar 100 persen sedangkan Kelompok Tani Antanan adalah 68,87 persen. Nilai marjin pemasaran pada Kelompok Tani Antanan lebih besar dibandingkan dengan nilai marjin pemasaran pada Villa Salak Pancawati. Sedangkan nilai rasio keuntungan terhadap biaya pada Kelompok Tani Antanan lebih kecil dibandingkan dengan Villa Salak Pancawati. Nilai farmer’s share, marjin pemasaran dan rasio keuntungan terhadap biaya tersebut menunjukkan bahwa saluran pemasaran salak organik Slebor di Kecamatan Caringin sudah efisien, namun apabila dilihat dari perbandingan bagian harga yang diperoleh petani, marjin pemasaran dan rasio keuntungan terhadap biaya maka saluran pemasaran Villa Salak Pancawatilah yang lebih efisien. Usahatani salak organik Slebor memberikan keuntungan bagi petani baik petani di Kelompok Tani Antanan maupun Villa Salak Pancawati.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEconomics and Development Studies - Agribusinessid
dc.titleAnalisis Pendapatan Usahatani dan Pemasaran Salak Organik Sleman Bogor (Kasus Kelompok Tani Antanan dan Villa Salak Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordSnake fruitid
dc.subject.keywordOnfarmid
dc.subject.keywordMarketingid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record