Show simple item record

dc.contributor.advisorHarianto
dc.contributor.authorSinaga, Ika Yanti Karolina
dc.date.accessioned2023-11-13T06:52:22Z
dc.date.available2023-11-13T06:52:22Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131924
dc.description.abstractCV Laksa Mandiri adalah salah satu industri kecil yang bergerak di bidang agribisnis yang menjalankan kegiatan pengolahan tahu. CV Laksa Mandiri yang terletak di Jalan Arzimar II, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara masih memiliki permasalahan yaitu belum mampu memenuhi permintaan pasarnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka CV Laksa Mandiri ingin mengembangkan usahanya dengan melakukan penambahan jumlah produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengembangan usaha CV Laksa Mandiri tersebut layak atau tidak dijalankan maka peneliti melakukan analisis kelayakan dengan mengkaji aspek non finansial yang meliputi aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, aspek hukum dan aspek sosial lingkungan yang dilakukan secara kualitatif. Selain aspek non finansial peneliti juga menganalisis dari aspek finansial yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) serta menganalisis tingkat kepekaan atau switching value terhadap variabel output maupun variabel input yang dilakukan secara kuantitatif dan dipaparkan dengan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Juli 2011. Berdasarkan analisis kelayakan usaha aspek pasar dapat disimpulkan bahwa usaha CV Laksa Mandiri layak untuk dilaksanakan karena produk yang ditawarkan merupakan produk yang sesuai dengan permintaan pasar, harga yang ditawarkan juga harga yang terjangkau oleh konsumen, kontinuitas produk yang dapat dijaga untuk memenuhi permintaan konsumen, dan saluran tata niaga yang tidak terlalu panjang dapat menjaga keuntungan pemilik usaha. Berdasarkan analisis kelayakan usaha aspek teknis dapat disimpulkan bahwa usaha CV Laksa Mandiri layak untuk dilaksanakan karena lokasi dekat dengan sumber bahan baku dan pasar, sarana dan prasarana yang mendukung, dan peralatan yang digunakan sudah memadai. Berdasarkan analisis kelayakan usaha aspek manajemen dan hukum dapat disimpulkan bahwa usaha CV Laksa Mandiri layak untuk dilaksanakan karena terpenuhinya empat fungsi manajemen yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Sedangkan dari aspek hukum, CV Laksa Mandiri sudah memiliki kekuatan hukum yang akan memberikan jaminan untuk memperlancar kegiatan bisnis. Berdasarkan analisis kelayakan usaha aspek sosial lingkungan dapat disimpulkan bahwa usaha CV Laksa Mandiri layak untuk dilaksanakan karena tidak menimbulkan limbah yang dapat menganggu masyarakat sekitar perusahaan dan mendukung pendapatan rumah tangga karena telah mempekerjakan orangorang yang berasal dari sekitar perusahaan yang masih memiliki hubungan keluarga dengan pemilik usaha. Analisis finansial dilakukan dengan menggunakan dua kondisi. Kondisi pertama merupakan kondisi tanpa pengembangan yaitu dimana usaha belum mengalami penambahan kapasitas produksi dan kondisi kedua merupakan kondisi dimana usaha mengalami peningkatan kapasitas produksi. Berdasarkan analisis kriteria investasi yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) diperoleh hasil bahwa kedua kondisi tersebut layak untuk dijalankan. Analisis kelayakan finansial usaha tahu tanpa pengembangan dinyatakan layak dengan nilai NPV sebesar Rp 2 051 208 219 yang dihasilkan lebih besar dari nol, nilai Net B/C sebesar 3,97 lebih besar dari satu, nilai IRR sebesar 57 persen lebih besar dari tingkat discount rate yang ditentukan, dan waktu pengembalian modal investasi sudah sesuai dengan yang diinginkan oleh pemilik CV Laksa Mandiri yaitu dua tahun satu bulan. Sedangkan analisis kelayakan finansial usaha tahu dengan pengembangan dinyatakan layak dengan nilai NPV sebesar Rp 3 601 202 039 yang dihasilkan lebih besar dari nol, nilai Net B/C sebesar 6,11 lebih besar dari satu, nilai IRR sebesar 89 persen lebih besar dari tingkat discount rate yang ditentukan, dan waktu pengembalian modal investasi sudah sesuai dengan yang diinginkan oleh pemilik CV Laksa Mandiri yaitu dua tahun delapan bulan. Analisis switching value menunjukkan bahwa usaha tahu CV Laksa Mandiri tanpa pengembangan lebih peka terhadap peningkatan harga beli kedelai daripada penurunan produksi. Sedangkan untuk usaha tahu dengan pengembangan lebih peka terhadap penurunan produksi daripada peningkatan harga beli kedelai.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEconomics and Development Studies - Agribusinessid
dc.titleAnalisis pengembangan usaha Tahu CV Laksa Mandir Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordTahuid
dc.subject.keywordPabrik Tahuid
dc.subject.keywordAnalisis Kelayakanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record