Show simple item record

dc.contributor.advisorMaheswari, Rarah R.A.
dc.contributor.advisorPolii, B.N.
dc.contributor.authorMaemunah
dc.date.accessioned2023-11-13T06:51:42Z
dc.date.available2023-11-13T06:51:42Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131923
dc.description.abstractYoghurt merupakan jenis produk susu hasil fermentasi yang menggunakan bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Lain halnya dengan yoghurt, kefir selain menggunakan bakteri asam laktat memerlukan pula khamir atau kapang. Industri pengolahan susu saat ini masih mengimpor susu dari luar negeri karena kualitasnya yang baik dan seragam. Bervariasinya kualitas susu pada peternakan rakyat membuat kedudukan peternak menjadi rendah sehingga perlu dilakukan seleksi. Gen -kasein berpotensi sebagai penanda genetik dalam pendugaan kualitas kimia susu dan berperan dalam koagulasi protein susu. Gen k-kasein memiliki tiga macam variasi genotipe yaitu AA, AB, dan BB. Susu sapi yang memiliki gen K- kasein, yang terbaik dalam produksi dan kualitas susu, dapat dijadikan bahan baku untuk industri pengolahan susu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik (waktu koagulasi, viskositas, dan rendemen), karakteristik kimia (nilai pH, total asam tertitrasi, kadar lemak, kadar protein, kadar laktosa), kesukaan (organoleptik) yoghurt dan kefir yang dihasilkan dari susu sapi dengan genotipe x-kasein yang berbeda di peternakan rakyat. Penelitian dilakukan di peternakan sapi perah Pondok Ranggon, Jakarta, Bagian Ilmu Produksi Ternak Perah Fakultas Peternakan IPB dan Bagian Kimia dan Biokimia Pangan, Pusat Antar Universitas pada bulan September sampai November 2004. Susu segar yang digunakan berasal dari sapi perah Fries Holland (FH) yang sudah teridentifikasi genotipe K-kaseinnya (AA, AB, dan BB), masing-masing sebanyak 3 ekor untuk genotipe k-kasein (AA dan AB) dan 1 ekor untuk genotipe K- kasein BB. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 kali ulangan untuk data kualitas fisik dan kimia susu segar, yoghurt, dan kefir yang berasal dari sapi bergenotipe K-kasein AA dan AB. Uji lanjut wilayah secara genotipe k-kasein AA dan AB, berganda Duncan dilakukan bila terdapat perbedaan yang nyata. Hasil genotipe K- kasein BB dianalisis deskriptif kemudian dibandingkan dengan rataan. Hasil penelitian menggambarkan genotipe K-kasein hampir dikatakan tidak mempengaruhi kualitas fisik dan kimia susu, yoghurt, serta kefir, kecuali pada kadar lemak susu. Yoghurt dan kefir yang dibuat pada penelitian ini mempunyai kadar protein yang paling tinggi, bila menggunakan susu sapi dengan gen к-kasein BB. Uji hedonik yang dilakukan terhadap tekstur, aroma. rasa, warna, dan penampakan umum, menunjukkan bahwa sebagian panelis agak menyukai dan sisanya cenderung netral yoghurt dan kefir.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcYoghurtid
dc.subject.ddcKefirid
dc.subject.ddcSusu sapiid
dc.subject.ddcR-Kaseinid
dc.titleKarakteristik Yoghurt dan Kefir dari Susu Sapi dengan Genotipe Kappa Kasein (R-Kasein) yang Berbeda di Peternakan Rakyat PondokRanggonid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordR-Kaseinid
dc.subject.keywordyoghurtid
dc.subject.keywordkefirid
dc.subject.keywordsusu sapiid
dc.subject.keywordgenotipe kappa kaseinid
dc.subject.keywordpeternakan rakyatid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record