Show simple item record

dc.contributor.advisorDaryanto, Heny K.
dc.contributor.authorZunia, Norma Gita
dc.date.accessioned2023-11-13T03:55:38Z
dc.date.available2023-11-13T03:55:38Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131850
dc.description.abstractTujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menentukan pengembangan agrowisata Warso Farm dalam menjalankan usahanya, (2) merumuskan strategi pengembangan usaha yang tepat untuk diaplikasikan di Warso Farm. Penelitian ini dilakukan pada bulan agustus dan september 2011. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Penelitian menggunakan informan berjumlah empat orang, yaitu pihak internal sebanyak tiga informan dan pihak eksternal sebanyak satu orang. Keterlibatan pihak eksternal dimaksudkan untuk menghasilkan alternatif strategi yang lebih objektif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis tiga tahapan formulasi. Alat bentuk analisis yang digunakan untuk merumuskan strategi adalah matriks EFE, IFE, matriks IE, Matriks SWOT dan matriks QSP. Hasil matriks EFE dan IFE pada Agrowisata Warso Farm menghasilkan 7 faktor strategis eksternal yang menentukan perkembangan usaha. Tujuh faktor strategis eksternal terdiri dari 4 peluang dan 3 ancaman, dimana peluang terbesar dapat dilihat pada terbatasnya usaha sejenis dengan konsep yang sama dan ancaman terbesar berasal dari ketidakpastian iklim global dan hama penyakit. Selain itu Agrowisata Warso Farm juga menghasilkan 14 faktor strategis internal yang mempengaruhi perkembangan usaha yaitu terdiri dari 7 kekuatan dan 7 kelemahan. Dimana kekuatan utama berasal dari keadaan perusahaan sebagai penyedia bibit.Dan kelemahan utama berasal dari persediaan produk unggulan yang terbatas sehingga tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. Hasil analisis lingkungan eksternal dengan matriks EFE dapat dilihat bahwa warso Farm memiliki posisi eksternal yang diatas rata-rata dengan total bobot skor 2,750. Nilai ini dimana respon perusahaan dalam memanfaatkan peluang yang ada (keterbatasan usaha sejenis dengan konsep yang sama, pendapatan masyarakat yang semakin meningkat, pemberdayaan masyarakat sekitar lokasi dan prediksi permintaan terhadap buah-buahan di masa yang akan datang meningkat) dan menghindari ancaman yang ada (ketidakpastian iklim global dan hama penyakit, persaingan dengan usaha agrowisata lainnya dan harga pasaran produk di luar yang lebih rendah) dengan cukup baik. Sedangkan hasil analisis lingkungan internal dengan matriks IFE dapat dilihat bahwa Warso Farm memiliki posisi internal yang cukup kuat dengan total bobot 2,540. Nilai ini diatas nilai rataan sebesar 2,500 yang menunjukkan perusahaan mampu memanfaatkan kekuatan (akses lokasi mudah dijangkau, fasilitas yang memadai, permodalan sendiri, memiliki komoditas lain disamping komoditas unggulan, produk telah dikenal masyarakat luar, pembukuan keuangan menggunakan sistem akuntansi dan perusahaan sebagai penyedia bibit) dan meminimalkan kelemahan (belum adanya pelatihan khusus untuk tenaga kerja, kurangnya pelayanan tenaga kerja, harga produk di atas harga pasar, kurangnya promosi, produk unggulan tidak selalu tersedia karena jumlahnya terbatas, penggunaan teknologi tradisional dan tidak bergabung dengan asosiasi agrowisata) dengan cukup baik. Hasil matriks IE menunjukkan Warso Farm berada pada kuadran V, dimana Warso Farm berada pada posisi memiliki kemampuan eksternal yang sedang dan internal rata-rata. Perusahaan dapat dikelola dengan strategi menjaga dan mempertahankan (Hold and Maintain) yang dapat dilakukan dengan melakukan penetratsi pasar dan pengembangan produk. Hasil strategi secara kualitatif dengan matriks SWOT menghasilkan tujuh strategi yaitu memperluas area dan menambah jumlah tanaman komoditas unggulan, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam pengembangan wisata seperti dinas pariwisata atau tenaga ahli serta masyarakat sekitar, meningkatkan loyalitas konsumen, mengembangkan produk lain sebagai produk unggulan dan menambah jumlah serta jenis produk tambahan agrowisata, meningkatkan pangsa pasar melalui penyediaan sarana informasi mengenai agrowisata, meningkatkan fasilitas dan pelayanan wisata, fasilitas dapat berupa sarana pendidikan mengenai tanaman-tanaman yang ada di Warso Farm, dan meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan-pelatihan khusus dari tenaga ahli yang berpengalaman. Matriks QSP menghasilkan alternatif strategi prioritas dalam strategi pengembangan usaha Warso Farm dengan STAS (Sum Total Attractiveness Score) tertinggi adalah pengembangan produk dengan memperluas area dan menambah jumlah tanaman komoditas unggulan dengan STAS sebesar 6,425. Strategi ini merupakan strategi pemanfaatan kekuatan perusahaan untuk mengatasi kelemahan perusahaan Warso Farm.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEconomics and Development Studies - Agribusinessid
dc.titleAnalisis strategi pengembangan agrowisata Warso Farm di Kabupaten Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordStrategicid
dc.subject.keywordAgrotourismid
dc.subject.keywordInternal factorid
dc.subject.keywordEksternal factorid
dc.subject.keywordAlternative strategicid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record