| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi dan menganalisis
faktor-faktor yang menentukan pengembangan agrowisata Warso Farm
dalam menjalankan usahanya, (2) merumuskan strategi pengembangan
usaha yang tepat untuk diaplikasikan di Warso Farm. Penelitian ini
dilakukan pada bulan agustus dan september 2011. Data yang digunakan
terdiri dari data primer dan sekunder yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.
Penelitian menggunakan informan berjumlah empat orang, yaitu pihak
internal sebanyak tiga informan dan pihak eksternal sebanyak satu orang.
Keterlibatan pihak eksternal dimaksudkan untuk menghasilkan alternatif
strategi yang lebih objektif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini
adalah analisis deskriptif dan analisis tiga tahapan formulasi. Alat bentuk
analisis yang digunakan untuk merumuskan strategi adalah matriks EFE,
IFE, matriks IE, Matriks SWOT dan matriks QSP.
Hasil matriks EFE dan IFE pada Agrowisata Warso Farm
menghasilkan 7 faktor strategis eksternal yang menentukan perkembangan
usaha. Tujuh faktor strategis eksternal terdiri dari 4 peluang dan 3 ancaman,
dimana peluang terbesar dapat dilihat pada terbatasnya usaha sejenis dengan konsep yang sama dan ancaman terbesar berasal dari ketidakpastian
iklim global dan hama penyakit. Selain itu Agrowisata Warso Farm juga
menghasilkan 14 faktor strategis internal yang mempengaruhi
perkembangan usaha yaitu terdiri dari 7 kekuatan dan 7 kelemahan. Dimana
kekuatan utama berasal dari keadaan perusahaan sebagai penyedia
bibit.Dan kelemahan utama berasal dari persediaan produk unggulan yang
terbatas sehingga tidak dapat memenuhi permintaan konsumen.
Hasil analisis lingkungan eksternal dengan matriks EFE dapat dilihat
bahwa warso Farm memiliki posisi eksternal yang diatas rata-rata dengan
total bobot skor 2,750. Nilai ini dimana respon perusahaan dalam
memanfaatkan peluang yang ada (keterbatasan usaha sejenis dengan konsep
yang sama, pendapatan masyarakat yang semakin meningkat,
pemberdayaan masyarakat sekitar lokasi dan prediksi permintaan terhadap
buah-buahan di masa yang akan datang meningkat) dan menghindari
ancaman yang ada (ketidakpastian iklim global dan hama penyakit,
persaingan dengan usaha agrowisata lainnya dan harga pasaran produk di
luar yang lebih rendah) dengan cukup baik. Sedangkan hasil analisis
lingkungan internal dengan matriks IFE dapat dilihat bahwa Warso Farm
memiliki posisi internal yang cukup kuat dengan total bobot 2,540. Nilai ini
diatas nilai rataan sebesar 2,500 yang menunjukkan perusahaan mampu
memanfaatkan kekuatan (akses lokasi mudah dijangkau, fasilitas yang
memadai, permodalan sendiri, memiliki komoditas lain disamping
komoditas unggulan, produk telah dikenal masyarakat luar, pembukuan
keuangan menggunakan sistem akuntansi dan perusahaan sebagai penyedia
bibit) dan meminimalkan kelemahan (belum adanya pelatihan khusus untuk
tenaga kerja, kurangnya pelayanan tenaga kerja, harga produk di atas harga
pasar, kurangnya promosi, produk unggulan tidak selalu tersedia karena
jumlahnya terbatas, penggunaan teknologi tradisional dan tidak bergabung
dengan asosiasi agrowisata) dengan cukup baik.
Hasil matriks IE menunjukkan Warso Farm berada pada kuadran V,
dimana Warso Farm berada pada posisi memiliki kemampuan eksternal
yang sedang dan internal rata-rata. Perusahaan dapat dikelola dengan
strategi menjaga dan mempertahankan (Hold and Maintain) yang dapat
dilakukan dengan melakukan penetratsi pasar dan pengembangan produk.
Hasil strategi secara kualitatif dengan matriks SWOT menghasilkan
tujuh strategi yaitu memperluas area dan menambah jumlah tanaman
komoditas unggulan, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam
pengembangan wisata seperti dinas pariwisata atau tenaga ahli serta
masyarakat sekitar, meningkatkan loyalitas konsumen, mengembangkan
produk lain sebagai produk unggulan dan menambah jumlah serta jenis
produk tambahan agrowisata, meningkatkan pangsa pasar melalui
penyediaan sarana informasi mengenai agrowisata, meningkatkan fasilitas
dan pelayanan wisata, fasilitas dapat berupa sarana pendidikan mengenai
tanaman-tanaman yang ada di Warso Farm, dan meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan-pelatihan khusus dari tenaga ahli yang
berpengalaman.
Matriks QSP menghasilkan alternatif strategi prioritas dalam strategi
pengembangan usaha Warso Farm dengan STAS (Sum Total Attractiveness
Score) tertinggi adalah pengembangan produk dengan memperluas area dan
menambah jumlah tanaman komoditas unggulan dengan STAS sebesar
6,425. Strategi ini merupakan strategi pemanfaatan kekuatan perusahaan
untuk mengatasi kelemahan perusahaan Warso Farm. | id |