Show simple item record

dc.contributor.advisorBaga, Lukman Mohammad
dc.contributor.authorWidyasari, Sistiana Kurnia
dc.date.accessioned2023-11-13T03:20:15Z
dc.date.available2023-11-13T03:20:15Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131828
dc.description.abstractTujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis faktor-faktor lingkungan internal Jamu Gendong Sri Ayu, (2) Menganalisis faktor-faktor lingkungan eksternal Jamu Gendong Sri Ayu, (3) Merumuskan alternatif strategi yang dapat diterapkan Jamu Gendong Sri Ayu. Penelitian ini dilaksanakan di Jamu Gendong Sri Ayu yang terletak di Pondok Hijau BIX/10 HLVII/20, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Waktu penelitian dilakukan selama bulan April sampai Juni 2012. Penelitian ini menggunakan penarikan sample dengan menggunakan metode purposive sampling, dimana pemilihan responden dilakukan secara sengaja. Responden yang digunakan dalam penelitian ini ada dua dari pihak internal dan dua dari pihak eksternal. Pihak internal yaitu pemilik usaha dan pengelola keuangan usaha, sedangkan pihak eksternal adalah Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Tangerang Selatan, dan Kepala Seksi Kesehatan Khusus dan Pengobatan Tradisional Dinas Kesehatan Tangerang Selatan. Data dari responden tersebut digunakan untuk analisis tiga tahap formulasi. Selain itu pihak eksternal juga terdiri atas 30 konsumen Jamu Gendong Sri Ayu, untuk analisis preferensi konsumen. Metode pengolahan dan analisis data terdiri atas analisis deskriptif, dan analisis tiga tahap formulasi strategi. Alat bantu analisis untuk formulasi strategi meliputi matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, matriks SWOT, dan matriks QSP. Hasil identifikasi lingkungan internal Jamu Gendong Sri Ayu menunjukkan kekuatan yang dimiliki adalah (1) Pemilik usaha fokus terhadap usaha yang dijalankan, (2) Hubungan baik antara pemilik dan pekerja, (3) Produk tidak menggunakan bahan pengawet kimia, (4) Akses terhadap bahan baku terjamin, (5) Proses produksi higienis, (6) Lokasi usaha strategis, (7) Kemasan produk praktis, (8) Hubungan baik antara pemilik dengan pelanggan, (9) Modal usaha tercukupi, (10) Ada percobaan terhadap produk yang dilakukan secara sederhana. Kelemahan yang dimiliki Jamu Gendong Sri Ayu adalah (1) Masih ada tugas ganda, (2) Keterbatasan jumlah tenaga kerja, (3) Penggunaan peralatan produksi masih sederhana, (4) Produk belum memiliki izin dari BPPOM serta dinas kesehatan, (5) Kurang lengkapnya labelisasi pada kemasan, (6) Jaringan distribusi masih terbatas, (7) Pemasaran belum dilakukan secara intensif, (8) Sistem pencatatan keuangan belum tertata dengan baik . Berdasarkan perhitungan menggunakan Matriks IFE maka diperoleh kekuatan terbesar perusahaan adalah kemasan produk yang praktis, sedangkan kelemahan terbesar adalah Produk belum memiliki izin dari BPPOM serta dinas kesehatan. Hasil identifikasi lingkungan eksternal Jamu Gendong Sri Ayu menunjukkan kekuatan yang dimiliki adalah (1) Dukungan dari Kementerian Kesehatan mengenai penyelenggaraan kesehatan melalui obat tradisional, (2) Adanya program saintifikasi jamu, (3) Adanya program KUR dari pemerintah, (4) Perkembangan teknologi di bidang produksi, informasi, komunikasi, dan distribusi, (5) Tren gaya hidup sehat, (6) Ketersediaan pemasok yang cukup banyak. Sedangkan ancaman eksternal yang dihadapi adalah (1) Terbatasnya modal dan fasilitas usaha jamu skala rumah tangga untuk memenuhi peraturan cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB) dan tata cara pendaftaran obat tradisional, (2) Perkembangan harga bahan baku dan bahan penunjang, (3) Pembeli memiliki kekuatan untuk menentukan pilihan, (4) Perkembangan produk substitusi, (5) Tumbuhnya usaha serupa, dan (6) Hambatan masuk ke industri jamu kecil. Berdasarkan perhitungan menggunakan Matriks EFE maka diperoleh peluang terbesar yang dihadapi usaha yaitu Perkembangan teknologi di bidang produksi, informasi, komunikasi, dan distribusi, sedangkan ancaman terbesar usaha yaitu hambatan masuk ke industri jamu kecil. Matriks IFE dan EFE menunjukan total bobot skor rata-rata sebesar 2,777 dan 2,728. Nilai tersebut digunakan untuk analisis matriks IE yang menggambarkan Jamu Gendong Sri Ayu berada pada posisi di kuadran V, yaitu tahap hold and maintain. Pada kondisi tersebut strategi yang dapat digunakan yaitu penetrasi pasar dan pengembangan produk. Kemudian dilanjutkan dengan analisis matriks SWOT yang menunjukkan ada tujuh alternatif strategi. Alternatif strategi tersebut kemudian dianalisis dengan matriks QSP sehingga dapat diketahui prioritas strategi yang dapat dilakukan Jamu Gendong Sri Ayu. Prioritas strategi tersebut secara berturut-turut adalah (1) Mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk (STAS = 6,879), (2) Melakukan pengembangan produk melalui inovasi (STAS = 6,871), (3) Melengkapi surat izin usaha dari dinas-dinas terkait dan labelisasi produk seperti komposisi dan tanggal kadaluarsa, (STAS = 6,805), (4) Melakukan upaya-upaya pemasaran yang baik (STAS = 6,708), (5) Menambah jumlah tenaga kerja dan meningkatkan kualitas SDM (STAS = 6,428), (6) Memperbaiki sistem pembukuan keuangan (STAS = 6,408), (7) Menjual produk dengan harga bersaing dan terjangkau (STAS = 6,291). Berdasarkan hasil alternatif strategi tersebut akan dipilh tiga alternatif strategi dengan nilai STAS tertinggi untuk menjadi strategi utama yang dapat dilaksanakan oleh usaha dalam pengembangan usahanya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEconomics and Development Studies - Agribusinessid
dc.titleStrategi Pengembangan Usaha Jamu Gendong Sri Ayu Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatanid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordIndustri Jamuid
dc.subject.keywordStrategi Pengembanganid
dc.subject.keywordSWOTid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record