| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi perilaku pemasok dan
konsumen rumah tangga daging ayam di Provinsi DKI Jakarta; (2) menganalisis
faktor-faktor yang mempengaruhi dan mengestimasi model pasokan daging ayam
di Provinsi DKI Jakarta; (3) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dan
mengestimasi model permintaan rumah tangga pasar tradisional daging ayam di
Provinsi DKI Jakarta; (4) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dan
mengestimasi model permintaan rumah tangga pasar modern daging ayam di
Provinsi DKI Jakarta.
Penelitian ini dilakukan di Provinsi DKI Jakarta. Jakarta dipilih sebagai
lokasi penelitian karena merupakan ibu kota Negara Indonesia dan merupakan
target pasar banyak produsen daging ayam. Sumber data dari Asosiasi Peternak
Unggas, Pusat Informasi Harga (PINSAR). Pengambilan responden dilakukan di
beberapa pasar modern dan tradisional yang tersebar di lima kota di Jakarta.
Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 60 responden (30 orang konsumen
pasar Tradisional dan 30 orang Pasar Modern). Pengambilan data dilakukan dari bulan Maret sampai Mei 2012. Alat analisis penelitian ini menggunakan Analisis
Regresi Linear Berganda dengan metode OLS (Ordinary least Square).
Seluruh pasokan daging ayam DKI Jakarta saat ini dipenuhi oleh preternak
di luar daerah provinsi DKI Jakarta. Hasil survey yang dilakukan Poultry
Indonesia menunjukkan ayam potong hidup yang masuk DKI Jakarta melalui
TPnA (Tempat Penampungan Ayam) pada bulan Juli 2009 sebanyak 2.664.289
ekor sehari. Ayam potong hidup tersebut berasal dari Jawa Barat (72%), Banten
(16%), Jawa Tengah (7%), DI Yogyakarta (3%) dan Lampung (2%). Responden
daging ayam di Jakarta umumnya memiliki anggota keluarga berjumlah 4-6 orang
dengan rata-rata pendapatan keluarga sebesar 3-5 juta rupiah per bulannya. Para
responden daging ayam pada umumnya berpendidikan hingga tingkat menengah
atas (SMA). Para responden menganggap daging sapi merupakan produk
substitusi daging ayam berdasarkan alasan selera dan para responden pada
umumnya tidak berpengaruh terhadap perubahan harga daging ayam sampai
dengan kenaikan harga 30 persen.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pasokan daging ayam di Jakarta secara
signifikan adalah harga daging sapi dan hari libur nasional. Faktor-faktor yang
mempengaruhi permintaan daging ayam di pasar tradisional secara signifikan
adalah harga daging ayam, harga daging sapi, pendapatan keluarga, tingkat
pendidikan, dan hari libur nasional. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan
daging ayam di pasar modern secara signifikan adalah jumlah anggota keluarga,
pendapatan keluarga dan hari libur nasional. Produsen dan pemerintah sebagai
pihak yang berpengaruh sebaiknya dapat memeperhatikan variabel-variabel yang
dapat mempengaruhi pasokan dan permintaan daging ayam secara signifikan demi
menjaga tingkat kestabilan jumlah barang dan harga di pasar. Mengingat daging
ayam merupakan komoditi strategis karena merupakan komoditi peternakan
paling diminati masyarakat. | id |