Manajemen Strategi Pemasaran Koperasi Bina Usaha Al-Ihsan Kabupaten Bogor Jawa Barat
Abstract
Penelitian dilakukan pada KBU Al-Ihsan dengan cara purposive sampling dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer berupa pengamatan langsung di lapangan, wawancara langsung dengan pihak Koperasi Bina Usaha Al-Ihsan, dan kuesioner, sedangkan data sekunder berupa data yang diperoleh dari berbagai instansi atau lembaga pemerintah. Analisis data yang digunakan adalah matrik Internal Factor Evalution (IFE), matrik Eksternal Factor Evalution (EFE), matrik Internal-Eksternal (IE), matrik Strenghts, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT), dan matrik Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) dengan menggunakan software Microsoft Excel.
Berdasarkan hasil analisis matrik IFE, koperasi memiliki posisi internal yang kuat (nilai sebesar 2,5025). Kekuatan utamanya adalah memiliki kerjasama koperasi dengan beberapa perusahaan mitra dengan (nilai sebesar 0,40) dan kelemahan utama koperasi adalah modal yang terbatas (nilai sebesar 0,095). Sedangkan dari hasil analisis matrik EFE, ditemukan nilai 2,7475 dimana koperasi mampu menarik keuntungan dari peluang eksternal dan menghindari ancaman yang menghadang koperasi. Peluang utama dari koperasi adalah KBU mengusahakan komoditi yang memiliki permintaan ekspor, manggis termasuk komoditi ekspor unggulan Indonesia (nilai sebesar 0,46) dan ancaman dari koperasi adalah pesaing lokal (tengkulak dan pedagang besar, yang sama-sama berperang sebagai agen pemasaran) dengan nilai sebesar 0,20. Setelah didapatkan hasil matrik IFE dan EFE didapatkan matrik IE yang menunjukkan bahwa koperasi berada pada posisi kuadran V, yang dalam strategi pengembangan usaha bermakna Hold and Maintain atau pertahankan dan pelihara.
Hasil IE tersebut dirumuskan lebih mendalam sehingga didapatkan beberapa strategi dengan menggunakan matrik SWOT. Hasil matrik SWOT diperoleh strategi dalam kelompok strategi utama S-O, W-O, S-T, dan W-T yaitu (1) mempertahankan kerjasama dan meningkatkan kualitas buah manggis, (2) memanfaatkan bagian buah manggis untuk memproduksi produk turunan, (3) pemanfaatan fasilitas dari lembaga keuangan yang ada, (4) meningkatkan promosi untuk penjualan buah manggis, (5) memperluas jaringan pemasaran buah manggis, dan (6) membuka unit usaha buah manggis dan produk turunannya. Prioritas dari strategi ditentukan dengan menggunakan matrik QSPM. Hasil matrik QSPM adalah meningkatkan kegiatan promosi untuk penjualan buah manggis dengan nilai sebesar 6,085.
Collections
- UT - Agribusiness [4774]
