| dc.description.abstract | Selama ini tingkat kematian larva ikan betutu di pembenihan cukup tinggi. Keadaan ini dimungkinkan
oleh kegagalan memperoleh nutrien pada masa transisi dari endogenous ke exogenous feeding. Selain itu, kondisi saluran pencemaan larva juga memiliki peranan penting dalam kesiapan larva mencema pakan. Sampai saat ini masih sedikit informasi mengenai telaah histologis saluran pencernaan larva betutu. Oleh karena itu dalam penelitian ini dikaji mengenai perkembangan anatomi dan struktur histologis saluran pencernaan larva betutu, serta struktur histologis hati dan pankreas. Selain itu diamati pula perkembangan morfologi, morfometri, laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi penyusunan strategi pemberian pakan yang cocok bagi larva betutu, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup larva.
Percobaan ini dilakukan pada bulan April-September 1997 di Kolam Percobaan Babakan, Fakultas
Perikanan, Institut Pertanian Bogor. Pemeliharaan larva dilakukan dalam wadah tanki serat kaca
berbentuk kerucut berkapasitas 450 liter dan akuarium berukuran 25x25x25 cm. Larva yang digunakan berasal dari telur hasil pemijahan semi alami di kolam dan ditetaskan dalam akuarium penetasan.
Setelah menetas larva berumur 2 hari ditebar dalam media percobaan dengan pqcjat penebaran 20
ekor/liter. Selama pemeliharaan larva diberi pakan Brachionus sp. pada umur 2-26 hari dengan
kepadatan 25 individu/m R., naupli Artemia pada umur 15-31 hari dan Daphnia sp.Moina sp. pada umur 23-31 hari masing-masing dengan kepadatan 5 individu/m R. . Pergantian air mulai dilakukan setelah larva berumur 7 hari, dengan menyipon air sebanyak 20% - 30% setiap pagi hap., Saat larva diberi pakan naupli Artemia (mulai umur 15 hari) pergantian air dilakukan 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Fisikii-kimia media pameliharaan larva dipantau pada awal, tengah dan akhir percobaan. Peubah yang diamati adalah suhu, pH dan kadar amoniak dalam air. | id |