Show simple item record

dc.contributor.advisorHarianto
dc.contributor.authorSafitri, Imelda
dc.date.accessioned2023-11-09T06:26:24Z
dc.date.available2023-11-09T06:26:24Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131423
dc.description.abstractSalah satu daerah yang menghasilkan ketimun di Kabupaten Bogor adalah Desa Citapen. Rata-rata produktivitas ketimun di Kelompok Tani Pondok Menteng Desa Citapen hanya mampu mencapai 6,29 ton perhektar. sedangkan produktivitas ketimun yang ada di kabupaten Bogor dapat mencapai 12,80 ton perhektar. Kondisi ini menunjukkan bahwa produktivitas yang terjadi di Desa Citapen belum mampu memenuhi rata-rata produktivitas yang ada di Kabupaten Bogor. Kegiatan pasca panen pada umumnya menjadi masalah bagi petani ketimun, harga hasil ketimun fluktuatif sehingga mempengaruhi pendapatan petani ketimun di Desa ini. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis pendapatan usahatani ketimun di Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. (2) Menganalisis Saluran Pemasaran dan Fungsi-fungsi pemasaran Ketimun di Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. (3) Menganalisis Efisiensi Pemasaran Ketimun di Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor pada bulan Mei hingga Juni 2012. Sedangkan pengumpulan data dilaksanakan pada bulan maret hingga april 2012. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang, dimana responden diambil dengan menggunakan metode Snowball Sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif meliputi gambaran umum perusahaan, proses produksi atau teknik budidaya Ketimun, saluran pemasaran, lembaga pemasaran, dan fungsi pemasaran yg digunakan dalam memasarkan ketimun tersebut. Analisis data secara kuantitatif antara lain analisis pendapatan usahatani, penerimaan usahatani, biaya usahatani, R/C rasio, analisis Margin pemasaran, Farmer’s Share dan rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran. Data yang dianalisis secara kuantitatif akan diolah dengan bantuan program Microsoft Office Excel 2007, kemudian disajikan secara tabulasi dan diinterpretasikan serta diuraikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa usahatani ketimun yang dilakukan oleh petani responden di Desa Citapen secara umum dikatakan menguntungkan dan layak untuk diusahakan, karena nilai R/C atas biaya tunai dan R/C atas biaya total menunjukkan nilai yang lebih dari satu, yakni sebesar 2,32 dan 1,94 dengan artian bahwa penerimaan yang diperoleh petani responden dalam mengusahakan ketimun dapat menutupi biaya usahatani yang dikeluarkan. pendapatan atas biaya tunai dan pendapatan atas biaya total yang diperoleh petani selama periode tanam per satu hektar adalah masing-masing sebesar Rp. 45.757.275 dan Rp. 38.967.976. Saluran pemasaran ketimun di Kelompok Tani Pondok Menteng ada tiga saluran, yang terdiri dari : saluran pemasaran I (Petani, Pedagang Pengumpul, Pedagang besar, pedagang kecil), saluran pemasaran II (Petani, pedagang pengumpul, pedagang pengecer) dan saluran pemasaran III ( Petani, pedagang pengumpul). Lembaga-lembaga pemasaran yang terlibat dalam kegiatan pemasaran ketimun menjalankan fungsi-fungsi pemasaran untuk memperlancar proses penyampaian barang. Fungsi pertukaran terdiri dari fungsi pembelian dan fungsi penjualan ketimun, Fungsi fisik meliputi kegiatan penyimpanan, pengumpulan, pengolahan, dan pengangkutan, sedangkan Fungsi fasilitas terdiri dari fungsi standarisasi dan grading, penanggungan risiko, pembiayaan atau pembayaran, dan informasi pasar. Berdasarkan ketiga saluran pemasaran diatas, dapat diketahui bahwa Margin pemasaran disetiap saluran pemasaran ketimun di Kelompok Tani Pondok Menteng berbeda. Margin pemasaran pada saluran pemasaran I, saluran pemasaran II, saluran pemasaran III masing-masing adalah Rp. 4.000, Rp. 2.800, dan Rp. 2.000 per kilogram. Sehingga saluran pemasaran III merupakan paling efisien, karena nilai Margin pemasarannya paling kecil. Rasio keuntungan biaya yang diperoleh saluran pemasaran I, saluran pemasaran II dan saluran pemasaran III masing-masing adalah 4,04; 4,37 dan 6,13. Jadi saluran pemasaran III memperoleh keuntungan yang paling besar dibandingkan dengan saluran pemasaran yang lainnya. Farmer’s Share pada saluran pemasaran I, saluran pemasaran II, dan saluran pemasaran III masing-masing adalah 33,34 persen; 45,45 persen; dan 55,56 persen. Saluran pemasaran III juga mendapatkan Farmer’s Share cukup tinggi, sedangkan Farmer’s Share terendah terdapat pada saluran pemasaran I sebesar 33,34 persen, akibat dari jauhnya jarak konsumen akhir ketimun. Berdasarkan kondisi dilapangan saluran III tidak efisien karena tidak ada jaminan dalam penjualan kapasitas banyak. Sehingga perputaran produk ketimun tidak cepat, sementara buah ketimun mempunyai sifat mudah busuk.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEconomics and Development Studies - Agribusinessid
dc.titleAnalisis pendapatan usahatani dan pemasaran Ketimun (Cucumis sativus L) (Studi kasus Kelompok Tani Pondok Menteng Desa Citapen Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordIncome of farmid
dc.subject.keywordMarketingid
dc.subject.keywordKetimunid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record