Show simple item record

dc.contributor.advisorFarmayanti, Narni
dc.contributor.authorFareza, Ervan
dc.date.accessioned2023-11-09T06:20:53Z
dc.date.available2023-11-09T06:20:53Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131411
dc.description.abstractKoperasi memiliki kedudukan yang khusus dalam perekonomian Indonesia. Secara konstitusional koperasi telah mendapat posisi yang kuat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan dalam sejarah pembangunan ekonomi Indonesia koperasi telah mendapat banyak dukungan bagi pengembangannya. Perkembangan sosial ekonomi masyarakat, Globalisasi serta perkembangan koperasi sendiri akan menuntut koperasi untuk mampu meningkatkan peran dan fungsi usahanya jika tidak ingin tersisih oleh pelaku usaha lainnya. Hal tersebut dapat diartikan sebagai tantangan untuk meningkatkan kinerja koperasi. Penelitian dilakukan pada Koperasi Bina Usaha (KBU) Al Ihsan yang bergerak dalam usahatani buah manggis di Kabupaten Bogor. Adapun tujuan dari penelitian adalah: mengkaji sistem pengukuran kinerja yang dilakukan KBU Al Ihsan dan merancang sistem pengukuran dengan pendekatan Balanced Scorecard (BSC) pada KBU Al Ihsan, menganalisis kinerja KBU Al Ihsan melalui pendekatan BSC, merekomendasikan langkah-langkah strategis peningkatan kinerja usaha bagi pengembangan KBU Al Ihsan. Data dan informasi yang diperoleh dari kondisi KBU Al Ihsan diolah secara manual dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif evaluatif dan analisis rasio. Pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif evaluatif meliputi analisis terhadap: aktivitas terhadap kinerja yang dilakukan oleh koperasi selama ini dan hasilnya, identifikasi faktor-faktor dan pertimbangan koperasi yang menjadi dasar kegiatan pengukuran kinerja itu sendiri, eksplorasi terhadap strategi bisnis koperasi, pendeskripsian visi dan misi koperasi berdasarkan empat perspektif pengukuran kinerja dalam BSC (perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan), penentuan sasaran strategis koperasi dan indikator hasil koperasi. Untuk analisis rasio digunakan untuk menilai baik buruknya kinerja koperasi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi jalannya kegiatan usaha koperasi. Nilai bobot kepentingan ditentukan dari tiap perspektif, sasaran strategis, dan indikator hasil yang telah ditetapkan dengan menggunakan metode pairwased comparison, serta kalkulasi hasil berdasarkan bobot dan realisasi target untuk mengetahui kinerja koperasi dan menentukan upaya-upaya yang diperlukan guna perbaikan strategi bisnis koperasi selanjutnya dengan menggunakan pendekatan BSC. Untuk membantu perbaikan strategi dilakukan analisis internal dan eksternal yang mempengaruhi kegiatan koperasi selama ini kemudian dilakukan rancangan strategi peningkatan kinerja dengan melakukan analisis kuantitatif pada matriks EFE, matriks IFE dan matriks SWOT. Koperasi Bina Usaha Al Ihsan berdiri pada tanggal 21 Januari 2003 dan memperoleh hak badan hukum dari Kantor Wilayah Departemen Koperasi dengan nomor 24.a/PAD/BH/KDK.105/1/2003. Latar belakang berdirinya KBU Al Ihsan dikarenakan kegiatan produksi manggis di daerah Kecamatan Leuwiliang yang idak berkembang, selain itu sistem pemasaran yang berlaku antara petani dengan tengkulak tidak transparan mengakibatkan petani berada pada posisi yang lemah dan menimbulkan sistem sosial kemasyarakatan yang kurang baik. Keberadaan KBU Al Ihsan diharapkan dapat mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat desa. Unit usaha yang dikelola KBU Al Ihsan adalah unit usaha simpan pinjam, jasa pembayaran listrik dan unit usaha agribisnis yang terdiri dari unit pemasaran dan unit pengolahan. Pengukuran kinerja yang dilakukan KBU Al Ihsan selama ini hanya memfokuskan pada aspek keuangan saja. Berdasarkan informasi yang ada, diketahui beberapa indikator yang terdapat di KBU Al Ihsan untuk mengukur kinerja secara umum yaitu: total penjualan, biaya administrasi kantor dan organisasi, perhitungan SHU, dan rasio keuangan (likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas). Peta Strategi merupakan visualisasi dari alur sistemasi dan pola pikir BSC yang dapat menunjukkan hubungan sebab akibat dari sasaran-sasaran strategis dalam setiap perspektif BSC (keuangan, pelanggan, bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan). Sasaran strategis utama yang hendak dicapai oleh KBU Al Ihsan adalah kesejahteraan anggota melalui peningkatan kepuasan anggota dan peningkatan SHU. Untuk mewujudkan sasaran strategis tersebut, KBU Al Ihsan berupaya meningkatkan pendapatan, meningkatkan kemitraan, dan meningkatan permodalan KBU. Pendapatan utama KBU diperoleh dari pendapatan dari unit Agribisnis manggis yang melakukan kerja sama dengan eksportir. Peningkatan pendapatan ini didukung dengan pengembangan usaha dan pembinaan terhadap usaha anggota. Analisis kinerja KBU Al Ihsan melalui pendekatan BSC dinilai secara keseluruhan mencapai hasil yang cukup baik, total pencapaian dari keempat perspektif adalah 68,66 persen. Total skor pada perspektif keanggotaan sebesar 22,79 persen dengan tingkat pencapaian sebesar 66,95 persen, sedangkan total skor perspektif keuangan, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan 21,39 persen ; 11,95 persen dan 12,53 persen dengan tingkat pencapaian masing-masing 81,91 persen, 49,70 persen, dan 79,13 persen. Meskipun kinerja secara keseluruhan dinilai cukup baik, namun adanya ketidakoptimalan dan ketidakberhasilan pencapaian target suatu ukuran kinerja, secara jangka panjang akan membawa akumulasi resiko penurunan kinerja koperasi yang semakin besar jika tidak diantisipasi dengan tindakan yang tepat. Untuk itu diperlukan alternatif strategi yang dapat dipergunakan untuk pengembangan kinerja usaha KBU. Strategi pengembangan usaha dan peningkatan kinerja yang dapat direkomendasikan kepada KBU antara lain : (1) Menjalin kerjasama dengan pengumpul lokal untuk meningkatkan volume penjualan (2) Meningkatkan permodalan melalui pemanfaatan fasilitas lembaga keuangan dan investor dan peningkatan modal internal (3) Pengembangan kemitaan dengan pihak pemerintah dan swasta dalam peningkatan SDM dan usaha KBU (4) Meningkatkan kinerja, fasilitas, dan pelayanan KBU (5) Pengembangan wilayah pemasok (6) Pembenahan administrasi untuk memperkuat kelembagaan dan manajemen KBU (7) Meningkatkan pelatihan mengenai koperasi dan bisnis kreatif untuk menumbuhkan semangat berkoperasi dan (8) Mempertahankan kerjasama dengan pihak eksportir.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEconomics and Development Studies - Agribusinessid
dc.titleStrategi peningkatan kinerja usaha KBU Al Ihsan dengan metode balanced scorecard di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordBalanced Scorecardid
dc.subject.keywordImprovementid
dc.subject.keywordCoperativeid
dc.subject.keywordBusiness Strategyid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record